
Bab 67a
Andrea hari ini pergi bekerja dibutik seperti biasanya, Andrea sedang mengerjakan sketsa gaun yang dipesan oleh Crystal. Andrea sengaja mengerjakannya lebih cepat karena tidak mau lama-lama melihat wajah Crystal.
Ketika Andrea sedang bekerja ponselnya bergetar tandanya ada pesan masuk, Andrea melihat ponselnya dan melihat ada pesan dari Lyin.
**Lyin : Kak bisa kekampus Lyin?
Andrea : kakak kesana sekarang**
Andrea mengambil tas nya dan harus pergi ke kampus Lyin, Andrea tahu sekarang pasti Lyin adalah masalah dikampusnya. Itulah kenapa Andrea tidak bertanya pada Lyin apa yang sedang terjadi dan langsung pergi kekampus Andrea.
Dugaan Andrea benar, Lyin terlibat perkelahian dikampus dengan mahasiswa pria teman sekelasnya. Andrea mengahadap dosen yang menanyakan beberapa hal tentangnya dan hubungannya antara dirinya dan Lyin.
Andrea hanya butuh lima belas menit untuk menyelesaikan masalah Lyin dengan dosen yang bersangkutan.
“bagaimana kak?” tanya Lyin ketika keluar dari ruang dosen.
“SP” jawab Andrea memberikan amplok putih dari dosen pada Lyin
“sudah Lyin duga” ujar Lyin memasukan SP nya kedalam tas kecilnya.
“ayo obati luka diwajahmu” ujar Andrea menarik tangan Lyin, tak beberapa lama Andrea menghentikan langkahnya.
“dimana kantinnya?” tanya Andrea membuat Lyin tertawa,
“arah sini kak” sekarang gantian Lyin yang menggandeng tangan Andrea.
Andrea menunggu dimeja kantin sementara Lyin membeli obat luka, Andrea mengambil alih obat merah dari tangan Lyin dan mengobati luka Lyin.
__ADS_1
“kenapa bertengkar dengan pria?” tanya Andrea sambil mengobati luka diwajah Lyin.
“pria itu selalu mencari masalah kak, Lyin udah diami tapi bukannya berhenti semakin melunjak saja. Manusia kan punya waktu batasan untuk bersabar” jawab Lyin menggebu-gebu dengan hanya satu tarikan nafas.
“lalu kesabaranmu habis?”
“terjadi begitu saja kak, hehe”
Andrea menggelengkan kepalanya, wajar saja Lyin membuat keributan.
Andrea menghampiri teman sekelas Lyin yang baru saja bertengkar dengan Lyin tadi,
“pakai ini” ujar Andrea memberikan obat merah pada anak laki-lakinya.
“terima kasih” jawab nya menerima obat merah dari Andrea.
“mencintai seseorang bukanlah dosa atau kesalahan, kalau kau benar-benar mencintai Lyin kejar dia tapi menggunakan cara yang Lyin suka. Untuk info Lyin sangat menyukai film horor dan dia tidak menyukai hal-hal berbau romantis” ujar Andrea menepuk pelan pundak pria itu pelan.
“sama-sama”
Andrea kembali menghampiri Lyin yang sedang menunggunya dimobil,
“kakak kenapa menemuinya?” tanya Lyin menatap Andrea curiga
“tidak boleh?”
“y-ya boleh-boleh saja”
“kakak memberinya obat merah, orang tua nya tadi tidak datang?”
__ADS_1
“oh begitu, iya kak. Lyin dengar-dengar dia yatim piatu” jawab Lyin sambil mengingat-ngingat.
“sepertinya dia butuh teman, dan dia ingin berteman denganmu”
“begitu kak?”
“iya, jangan bilang kau memilah-milih teman?” tebak Andrea yang langsung ditolak tegas oleh Lyin
“enak saja, tidak ya. Besok Lyin akan mencoba berbicara pada nya”
“benar?”
“tentu saja kak, tidak percaya sekali”
“kakak percaya”
Sean dan Crystal sedang makan siang direstoran, sementara itu Lyin dan Andrea masuk kedalam restoran dimana Sean dan Crystal sedang makan siang.
Andrea dan Lyin sama-sama seperti tidak melihat keberadaan Sean dan Crystal.
“mau pergi saja kak?”
“tidak usah, kita makan disini saja” jawab Andrea sambil tersneyum pada Lyin. Lyin menganggukan kepalanya.
“dasar wanita ular, berani sekali tersenyum seperti itu pada kakakku” ujar Lyin jengkel
“kak, kakak tidak apa?”
“tidak apa”
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,