
Bab 52a
Andrea telah sampai sekolah Alex, Andrea sengaja menunggu Alex didepan gerbang karena ia tidak mau Alex kabur ketika melihat mobilnya. Banyak siswa-siswi yang berlalu lalang keluar dari gerbang tapi Andrea masih belum melihat ada nya Alex muncul.
Karena kesal Andrea kembali masuk kedalam mobil, menunggu Alex yang tak kunjung datang membuat kaki Andrea capek karena kelamaan berdiri.
Setelah sekitar 20 menit menunggu Andrea tersenyum ketika melihat Alex muncul dari gerbang, Andrea melambaikan tangannya dan menyuruh Alex untuk datang padanya.
Alex ingin sekali kabur karena ia masih ingin hidup, tapi pelototan kakaknya membuatnya terpaksa untuk naik kemobil Andrea. Alex tahu apa maksud dari pelototan Andrea tadi ‘ masuk atau aku akan berteriak kencang’.
“kak maafkan aku, semalam aku tidak sengaja menabrak pohon karena menghindari kucing kak” ujar Alex langsung meminta maaf pada Andrea, awalnya Andrea ingin berteriak memaki Alex tapi ia urungkan karena Alex langsung minta maaf padanya.
“lain kali hati-hati” ujar Andrea membuat Alex menatap Andrea tidak percaya, kakaknya memaafkannya begitu saja. Sebenarnya Andrea memang marah pada Alex tapi semarah-marahnya Andrea bukan hanya karena mobilnya rusak tapi juga karena keselamatan dari Alex. Mobil bisa ia benarkan dibengkel jika ada apa-apa pada Alex apa Alex bisa digantikan?
“aduh kak, sakit..kak, cukup!” teriak Alex ketika Andrea memukulinya bertubi-tubi. Alex berusah keras melindungi dirinya yang dipukul oleh kakaknya, sudah Alex duga kakaknya tidak mudah memaafkan orang lain.
“rasakan, memangnya enak!” ujar Andrea, tetap saja walaupun ia memang memaafkan Alex tapi tetap saja Andrea sangat kesal pada Alex.
“ampun kak! Kak! Kak dhea!”
Andrea mengambil nafas panjang-panjang lalu mengeluarkan nya perlahan, setelah puas memberikan pelajaran pada Alex andrea merapikan rambutnya,
__ADS_1
“kakak harus sabar, tidak boleh memukul” ujar Andrea membuat Alex melongo.
Tidak boleh memukul? Yang benar saja, jelas-jelas barusan kakaknya baru saja memukulnya dengan membabi buta. Sepertinya kakaknya memang harus dibawa kepsikiater.
“kakak tidak akan memukulmu, ayo pasang pegamanmu kita harus pulang sekarang” ujar Andrea lagi membuat Alex hanya menganggukan kepalanya saja. Terserah kakak nya saja, pikir Alex.
Andrea menghidupkan musik dengan suara sedang, Alex sedang badmood tidak bisa melakukan apapun selain membiarkan musik tetap terputar sepanjang jalan.
Sean telah selesai meeting ia mengambil ponselnya dan menelpon Dave.
“apa lagi jadwalku?” tanya Sean langsung
“tidak ada boss”
Sean memutuskan panggilan begitu saja membuat Dave disebrang sana mengumpat kesal.
“untung boss” ujar Dave menghela nafas.
Sean tidak pulang ia pergi kesalah satu hotelnya, hari ini Sean tidak akan pulang ke mansion karena ia harus mengerjakan pekerjaan yang tertunda karena kebakaran salah satu hotelnya. Pekerjaan Sean yang mulanya telah selesai kini kembali bertambah.
Untung nya hotel yang kebakaran tidak terlalu parah, jika terlalu parah maka pekerjaan Sean akan menumpuk dua kali lipat.
__ADS_1
“lyin, kapan kau akan mengajakku jalan-jalan?” tanya Diana membuat Lyin mengalihkan pandangannya dari ponsel.
“besok bagaimana kak? Hari ini aku mager keluar”
“janji”
“hm”
Diana ikut berbaring disebelah Lyin dan Lyin membagi selimut pada Diana.
“bagaimana kuliah? Seru?”
“begitulah kak, kadang seru kadang biasa saja kadang capek” jawab Lyin mengingat aktivitas kuliahannya.
“kenapa? Kakak mau pindah kesini?”
“tentu saja tidak, kakak mengantuk. Kakak tidur duluan”
“hm”
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,