
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
“bu bos, jatuh dari tangga. Ya Tuhan bu boss berdarah sangat banyak”
“katakan dimana posisimu?” ujar Sean sudah mulai panik sendiri.
“diapartemen Andrea bos”
“tunggu aku, aku kesana sekarang!”
Tut
“kenapa?” tanya Crystal ketika Sean ingin bersiap pergi.
“aku ada urusan penting, nanti kita bertemu lagi”
“iya, kau hati-hati sayang!”
Sean tidak bisa berpikir tenang sekarang, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Sean tidak mau ambil resiko dan terjadi apa-apa pada Andrea.
Sean bahkan menulikan telinganya ketika mendapat umpatan dari pengendara lainnya, tujuan Sean sekarang hanya Andrea.
“DIMANA ANDREA!” teriak Sean masuk kedalam apartemen membuat Dave yang sedang menonton berita langsung berdiri karena kaget dengan kedatangan Sean yang lebih cepat dari dugaannya.
“dikamarnya bos” jawab Dave menunjuk kamar Andrea. Sean menganggukan kepalanya langsung masuk kedalam kamar Andrea.
__ADS_1
Sean melihat Andrea yang sedang tertidur pulas sekarang, dengan gerakan cepat Sean menggendong Andrea membuat Andrea yang sedang tertidur langsung bangun.
“S-Sean?” panggil Andrea tidak percaya Sean sekarang sedang menggendongnya.
“jangan banyak bicara dulu sayang” ujar Sean membuka pintu kamar Andrea.
“m-mau kemana?”
“kerumah sakit, kau terjatu dari tangga. Kaki mu pasti cidera sekarang” jawab Sean membuat kening mulus Andrea berkerut. Sebegitu khawatirnya Sean padanya?
“aku tidak apa-apa, sungguh” ujar Andrea membuat Sean menggelengkan kepalanya dengan keras.
“kau harus kerumah sakit sayang, Dave siapkan mobil! Kenapa hanya diam saja!” teriak Sean karena Dave hanya diam saja dan masih menonton berita.
“turun kan aku” ujar Andrea membuat Sean mengeratkan gendongannya, takutnya nanti Andrea melompat turun dair gendongannya.
“tetap saja sayang, kau harus!” ujar Sean lagi.
“aku hanya jatuh dari anak tangga kedua” ujar Andrea membuat Sean langsung menurunkan Andrea dan mengecek kaki Andrea. Sudah dipasangkan perban.
“siapa yang memakaikan ini?” tanya Sean sambil memegang pergelangan kaki Andrea.
“permen karet” jawab Andrea santai, Sean menganggukan kepalanya paham lalu menghampiri Dave yang sedang menonton.
“berdiri!” perintah Sean membuat Dave langsung berdiri dari duduknya,
Bruk
__ADS_1
Sean menendang kaki kanan Dave dengan santainya membuat Dave menahanan sakit akibat tendangan Sean yang tampak pelan namun sakit rasanya.
“jatuh dari tangga em?” tanya Sean membuat Dave menganggukan kepalanya.
“tentu bos, jatuh dari tangga kedua” jawab Dave agak memundurkan langkahnya.
Bruk
“berdarah? Berdarah sangat banyak?” Sean menendang kaki kiri Dave sama seperti ia menendang kaki kakan Dave.
“benar bos, kening Andrea tadi berdarah”
Bruk
Sean meninju perut Dave hingga membuat Dave langsung membungkuk karena tinjuan Sean pada perutnya,
“berani sekali kau menyetuh kaki wanitaku, hah!” teriak Sean membuat Dave meringis mendengarnya. Sedangkan Andrea merasakan ada kupu-kupu berterbangan diperutnya mendengar Sean mengatakan dirinya Adalah wanitanya Sean.
“harus segera diobati bos”
“banyak sekali alasan!” ujar Sean ingin meninju perut Deva namun Dave segera menghindar dari Sean.
“sudah cukup bos, ini saja sudah sakit sekali” ujar Dave membuat Sean menganggukan kepalanya. Dave tersenyum melihat Sean yang menganggukan kepalanya. Namun senyum Dave langsung hilang ketika Sean meninju perutnya dua kali sehingga membuat Dave langsung terduduk karena menahan rasa sakit.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1