Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 82a


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


Lyin sudah mengamati Andrea sedari Andrea keluar dari ruangan kakaknya, Lyin awalnya ingin menghampiri Andrea namun urung ketika melihat Andrea menangis. Sedih? Siapa yang tidak sedih? Sean masih belum sadarkan diri hingga sekarang.


“kak? Mau temani Lyin makan?” tanya Lyin membuat Andrea mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Lyin.


“ayo” jawab Andrea berdiri dan menghampiri Lyin. Lyin tersenyum lalu menggandeng tangan Andrea.


Lyin memesan 2 nasi goreng, tentu saja yang satunya untuk Andrea. Andrea sudah menolak karena memang Andrea sedang tidak nafsu makan sekarang tapi Lyin memaksanya untuk makan.


Andrea mengaduk makanannya tanpa minat sedangkan Lyin gadis itu sudah hampir menghabiskan nasi gorengnya.

__ADS_1


“kak, kalau kakak menghabiskan makanan kakak aku akan menceritakan satu rahasia kak Sean” ujar Lyin membuat Andrea mengangkat kepalanya dan menatap Lyin dengan mengerutkan kening mulusnya.


“apa?” tanya Andrea membuat Lyin mengangkat kedua bahunya.


Andrea sedikit berpikir dan ia mempunyai motivasi untuk menghabiskan makanannya agar tidak mubazhir.


Andrea memakan makanannya walaupun ia tidak nafsu Andrea akhirnya menghabiskan makanannya hingga membuat Lyin tersenyum senang melihatnya. Andrea tampak pucat belum lagi banyak luka ringan dibadan Andrea dan kepala tapi tidak makan hal itu membuat Lyin sangat khwatir Andrea sudah Lyin anggap sebagai kakaknya jadi ia tidak mau melihat Andrea semakin sakit.


“baiklah kak akan aku katakan” ujar Lyin tidak tahan dengan tatapan ingin tahu Andrea.


“sebenarnya kak Sean tidak punya ekpresi dan mempunyai penyakit CIPA” ujar Lyin membuat Andrea lagi-lagi mengerutkan keningnya. CIPA?


“iya kak, kak Sean tidak bisa merasakan sakit itulah kenapa kak Sean tidak merasakan sakit pada badannya yang tertembak atau pun terluka” jelas Lyin membuat Andrea menutup mulutnya tidak percaya. Pantas saja sewaktu Andrea menusukan gunting kedada atas Sean, Sean sama sekali tidak merasakan sakit, lalu tusukan itu Sean juga tidak merasakan sakit, dan mengorbankan diri agar tertembak. Astaga, Andrea benar-benar tidak percaya ini. bagaimana Andrea baru mengetahui tentang Sean baru sekarang, baiklah Andrea akui bahwa Andrea memang tidak mengetahui banyak tentang Sean sedangkan Sean mengetahui semua tentangnya sedikit tidak adil dan Andrea akan mengenal Sean lebih jauh lagi.

__ADS_1


“lalu kamera pengawas dikamar?”


“itu karena kak Sean sangat butuh kak, bangun dari tidur kak Sean harus memeriksa kamera pengawas bagaimana dia tidur? Menggosok mata atau tidak? Kak Sean sangat membutuhkan itu semua kak, untuk memastikan kak Sean tidak melukai dirinya sendiri. Pernah mata kak Sean iritasi karena menggosok matanya dengan keras sewaktu tidur kak Sean juga pernah luka karena menggaruk badannya dengan keras”


Andrea menggelengkan kepalanya, itulah kenapa alasan Sean memasang kamera pengawas dikamarnya dengan banyak. Bodohnya Andrea karena berpikir Sean sedang mengawasinya. Andrea merasa selama ini hanya Sean yang mengenalnya sedangkan dirinya sama sekali tidak mengenal Sean, Andrea hanya tahu garis besar nya saja tidak tahu secara menditel tentang Sean, sedangkan Sean dari A sampai Z tentang Andrea, Sean tahu itu Sean sangat mengenalnya luar dan dalam. Sekarang Andrea jadi menyadari jika cinta Sean padanya begitu besar.


“satu lagi kak, tidak dua lagi kak”


“apa?”


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2