Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 21


__ADS_3

Bab 21


“senang bisa bekerja sama dengan anda mr. Kevin” ujar sean menjabat tangan mr. Kevin


“saya juga seperti itu mr. Martadinata, senang bekerja sama dengan anda. Saya permisi” pamit mr. Kevin.


Seteelah mr. Kevin pergi senyum yang semulanya mengembang dibibir sean, senyum itu lenyap hanya dalam satu detik.


Sean mengambil tas kerjanya lalu pergi meninggalkan restoran, sean tidak pergi kekantor karena memang sean tidak pernah mengijakan kakinya kekantor barang sekali pun.


sean pergi kerumah keluarganya, sean sama sekali tidak mau lagi mengijakan kaki kesana tapi sean harus ada disana sekarang karena adiknya lyin ada disana. Orang-orang itu tahu apa yang bisa membuatnya pergi kerumah dengan suka rela yaitu mengajak lyin adik perempuannya.


Sean memarkirkan mobil didepan rumahnya yang langsung diambil alih oleh supir keluarga dan diparkirkan ditempat parkir khusus.


Sean disambut didepan pintu oleh para pelayan ketika masuk kedalam rumah, sean melewatinya begitu saja.


“dimana ayah?” tanya sean pada orang kepercayaan ayahnya yang baru saja mendatanginya.


“sudah menunggu diruang makan tuan muda, mari saya antar”


“aku tahu jalan” ujar sean dingin membuat orang kepercayaan ayahnya diam ditempat mengerti apa yang dimaksud oleh sean.

__ADS_1


Sean sampai diruang makan, ia bisa menemukan keluarga nya sudah duduk manis dimeja makan. Lyin tampak melambaikan tangan pada sean, gadis itu dijemput oleh supir keluarga dikampus ketika ia ada kelas.


Sean duduk disebelah lyin, membuat lyin tersenyum pada sean.


“kau mau makan apa?” tanya sean pada lyin,


“apa saja kak” jawab lyin membuat sean langsung mengisikan nasi dan lauk kepiring lyin.


“terima kasih kak”


“hm, makan yang banyak” jawab sean membuat lyin menganggukan kepalanya, sudah satu jam setengah ia duduk dimeja makan tapi tidak ada satu pun dari orang tuanya yang menyentuh makanan, itu membuat lyin menahan diri untuk tidak makan walaupun ia sangat kelaparan.


“kakak tida makan?” tanya lyin sambil mengedip-ngedipkan matanya pada sean.


“bagaimana bisnis dengan mr. Kevin?” tanya ayah sean mulai menuangkan nasi kedalam piringnya.


Sean diam saja membuatnya mendapat tatapan menunggu jawaban dari ayahnya, sean menghela nafas.


“apa harus aku jawab?” tanya sean malas, karena ayahnya sudah tahu tapi masih saja bertanya.


“apa susahnya menjawab” ujar amel membuat sean tersenyum sinis,

__ADS_1


“untuk apa menjawab jika sudah tahu jawabannya sendiri, dasar idiot” jawab sean sengaja menambahkan kata ‘dasar idiot’ diakhir kalimatnya dengan suara pelan dan amel bisa melihat itu.


“setidaknya menjawab untuk basa basi” ujar amel dengan mencoba menahan emosinya.


“apa itu basa basi, sejenis makanan? Lyin kau tau apa itu?” tanya sean sambil seolah-olah berpikir dan menanyakan pada adiknya yang sedang makan.


“tidak tau kak, minuman paling” jawab lyin lalu kembali fokus makan,


“kau!”


“cukup!” ujar ayah sean meletakan sendoknya hingga menimbulkan bunyi ‘ting’


“Sayang” rengek amel pada ayah sean


“diam, kau diam saja” jawab ayah sean membuat sean mendapat tatapan membunuh dari amel, sean ia tidak peduli pada amel.


“kerja bagus, berkat kau perusahaan semakin maju” ujar ayah sean pada sean.


Sean diam tidak menjawan ia hanya melihat gelas air sedang ia genggam, ayah sean menghela nafas pelan.


“kapan kau akan mengenalkan diri pada semua staf dan karyawan perusahaan?”

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,


__ADS_2