
Bab 50a
Setelah memastikan Andrea tidur dengan nyenyak Sean naik keatas kasur dan tidur disebelah Andrea dan memeluk erat wanita yang amat sangat Sean rindukan. Sean menghirup banyak-banyak wangi badan Andrea yang ia rindukan.
Tadi Sean sudah menunggu Andrea 2 jam lamanya, mengingat kebiasaan wanitanya yang lebih sering datang terlambat dan pulang cepat maka Sean memprediksi Andrea akan lebih cepat pulang.
Sean memeluk Andrea erat dan ikut terlelap tidur bersama Andrea, Sean tidak bisa mengungkiri bahwa ia sangat merindukan wanitanya.
Pukul 5 pagi Sean kembali lompat dari lantai dua merangkap melompati pagar rumah Andrea, bagi Sean itu bukan lah halangan. Sebelum pergi Sean menatap kamar Andrea sebentar baru lah ia pergi.
Andrea bangun seperti biasanya, ia merasa ada seseorang memeluknya semalam dan sekarang Andrea merasa kesepian. Sean, Andrea sangat berharap malam tadi Sean datang padanya dan tidur sambil memeluknya. Andrea menggelengkan kepalanya, jangan ngacau! Peringat Andrea, mana mungkin Sean datang padanya.
Andrea segera mandi dan harus pergi kebutik karena ada pekerjaan penting hari ini.
“papi mana mi?” tanya andrea karena tidak menemukan keberadaan Vino, papanya.
“sudah pergi bekerjja” jawab Sandra sambil memberikan selai pada Andrea.
“Alex?”
“sudah berangkat barengan papi”
Andrea menganggukan kepalanya lalu memakan sarapannya dengan santai karena Andrea masih punya sedikit waktu untuk menikmati sarapannya.
__ADS_1
“Dhea berangkat mi” pamit Andrea ketika sudah selesai sarapan.
“iya kak, hati-hati”
“bye mi”
“bye”
“shit!” andrea mengumpat kesal karena mobil depannya rusak parah. Andrea memegang rambutnya dan menyisirnya dengan tangan kanannya.
‘pantas saja Alex sudah berangkat pagi-pagi begini!” guman Andrea memeriksa keadaan mobilnya. Andrea marah sekali sekarang, tapi Andrea menahannya hingga nanti. Andrea mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Alex.
To Stupid : Mati kau!
Andrea tidak langsung ke butik ia berhenti kebengkel dan menitipkan mobilnya disana, setelah itu Andrea naik taksi untuk sapai kebutiknya.
Alex yang duduk disamping Vino yang sedang mengendarai mobil menatap luar jendela. Karena ponselnya bergetar Alex membuka ponselnya.
From Crazy Singa : Mati Kau!
Alex hanya bisa menyengir kaku sehabis membaca pesan dari Andrea kakak perempuannya, bisa mati ia pulang sekolah nanti. Tiada ampun bagi Alex karena telah membuat mobil kakaknya hancur dan yang lebih parah lagi karena Alex tidak memberi tahu Andrea dan langsung kabur begitu saja pagi ini.
Semalam Alex tidak sengaja menabrak pohon ditaman dekat rumahnya karena ada kucing tiba-tiba menyebrang jalan. Jika saja kucing itu tidak menyebrang secara tiba-tiba Alex tidak akan menabrak pohon.
__ADS_1
“pi” panggil Alex lemah
“hm?”
“sepertinya stok nyawaku sudah habis”
“hah?” tanya Vino karena tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan putranya ini.
Alex tidak berbicara lagi ia menatap jalanan yang padat oleh kendaraan-kendaraan lain yang berlalu lalang.
“terima kasih pi” ujar Alex keluar dari mobil ketika ia sudah sampai sekolah.
“belajar yang benar”
“hm”
“papi berangkat”
“hm”
Vino hanya geleng-geleng kepala karena putra nya menjadi lesuh ketika mendapat pesan yang Vino yakini itu dari Andrea.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,