
bab 48
sandra dan vino sedang menonton televisi diruang keluarga seperti biasanya mereka bermesraan layaknya sepasang remaja yang sedang kasmaran.
“alex masih belum pulang mi?” tanya vino saat mereka sedang menonton film romantis.
“belum pi, nanti kalau pulang akan mami omelin habis-habisan” jawab sandra sambil meremas popcorn dengan kesal. Vino yang melihat itu jadi meringis sendiri, menyesal karena telah menanyakan alex. Anak itu mereka harus berbicara 4 mata nantinya.
“permisi om, tan, dhea ada?” tanya sindi membuat kedua orang tua itu menoleh karena ada tamu.
“oh sindi, dhea ada diatas. Kau datangi saja” jawab sandra tersenyum pada sindi. Sindi menaiki tangga ragu, pasalnya sindi sengaja menanyakan keberadaan andrea pada orang tua andrea agar mereka memanggil andrea. tapi, malah ia harus keatas sendiri untuk menemui andrea.
Dengan ragu sindi membuka kamar andrea, andrea yang sedang memainkan ponselnya kaget karena kedatangan sindi yang tiba-tiba.
Andrea duduk diatas kasurnya dan matanya masih fokus pada ponselnya tanpa menghiraukan kehadiran sindi sama sekali.
__ADS_1
“aku mau berbicara padamu” ujar sindi membuat andrea mengangkat kepalanya dan menatap sindi dengan sinis.
“katakan saja” jawab andrea kembalii fokus pada ponselnya.
“aku mau berbicara padamu, tapi tidak disini” ujar sindi membuat andrea menganggukan kepalanya. andrea mengambil jaket dan melatakan ponselnya diatas kasur.
Andrea keluar kamar lebih dulu dari pada sindi yang artinya andrea yang akan menentukan tempat untuk sindi berbicara padanya.
“mi, pi, dhea keluar sebentar”
“sip mi”
Disinilah mereka sekarang, ditaman dekat rumah andrea. andrea sengaja membawa sindi ketaman karena andrea sedang malam pergi jauh-jauh hanya untuk mendengar perkataan sindi.
“kalau kau hanya ingin meminta maaf, lupakan saja” ujar andrea membuat sindi menatap andrea dengan mata berair. Sumpah, andrea paling benci dimana ia berada diposisi sekarang. Tebakan andrea benar, sindi mengajak nya bertemu hanya ingin minta maaf.
__ADS_1
“dengarkan aku dulu”
“aku akan mendengarkan mu” ujar andrea akhirnya, andrea benci berada disituasi seperti sekarang tapi andrea juga tidak mau kabur tanpa menyelesaikan masalah.
“aku benar-benar minta maaf padamu, semua memang salahku. Salahku karena telah tergoda dengan samuel, salahku karena telah mengkhianati sahabatku, semua salahku jika saja malam itu kami tidak bertemu di club hubungan kami juga tidak akan berlanjut seperti sekarang. Maafkan aku dhe, aku memang salah tapi aku tidak mau kehilangan mu” jelas sindi panjang lebar.
“aku memaafkanmu” jawab andrea membuat nya mendapat tatapan senang dari sindi.
“benarkah? Ah, syukurlah aku tidak akann kehilanganmu” ujar sindi menghela nafas lega dan hendak memeluk andrea. tapi, sebelum sindi memeluknya andrea menjauh dari sindi.
“kenapa?” tanya sindi ketika andrea menjauh darinya.
“aku memang memaafkanmu karena kau sahabatku, tapi untuk melupakan tidak semudah itu, mungkin butuh 1 ah tidak 2 sampai 5 tahun untuk melupakan semuanya. Aku tidak mengatakan bisa melupakannya seuumur hidup karena kau sudah menjadi sahabatku bahkan seperti keluarga ku sendiri jadi itu tidak mungkin. Jadi, maafkan aku untuk sekarang dan sampai 5 tahun kedepan jangan temui aku. Aku janji 5 tahun aku yang akan lebih dulu menemuimu”
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,