Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 60


__ADS_3

Bab 60


Andrea menatap jengah pada Dave yang sudah duduk manis dimeja makan, Dave bahkan menghiraukan Andrea sewaktu Andrea mengusir pria itu.


“kau mau sampai kapan disini?” tanya Andrea sambil meletakan nasi goreng yang ia buat diatas meja


“sampai bos menyuruhku untuk berenti” jawab Dave mulai memakan sarapan yang telah Andrea buat.


Andrea harus bersyukur karena hari ini ia tidak merasa mual sama sekali, jadi Andrea bisa memakan sarapannya dan meminum susunya.


Andrea mengabaikan Dave yang tampak tidak peduli dengan sekitarnya, menyebalkan sekali.


Andrea menutup mulutnya ketika suapan nasi goreng yang ketiga kedalam mualnya, ia mual lagi. Andrea langsung berlari kekamar mandi dan mengelurakan semua isi perutnya. Tadi Andrea sempat lega karena ia tidak merasakan mual sama sekali ketika bangun tidur hingga dia selesai memasak sarapan.


Dave menunggu Andrea dari luar ia tidak tahu harus melakukan apa selain menunggu Andrea keluar dari kamar mandi dan membawakan air putih.


“minum ini” ujar Dave membuat Andrea sedikit terkejut ketika Dave tiba-tiba memberinya mimun.

__ADS_1


“terima kasih” ujar Andrea sebelum minum.


Sepertinya hari ini Andrea tidak akan pergi kebutik ia memilih untuk istirahat sambil memanjakan diri.


Ponsel Dave berdering membuat Andrea langsung menolah kearah Dave. Tanpa menunggu lama Dave langsung mengangkat panggilan dari Sean bosnya.


“pagi bos, apa sekarang aku boleh pergi?”


“siap-siap”


“baik boss”


Andrea menatap penuh selidik pada Dave namun Dave hanya tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya.


“aku pergi kerja dulu bu bos” pamit Dave langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari Andrea.


Andrea menghela nafas lalu mengambil susunya yang belum sama sekali ia sentuh, Andrea tidak masalah memuntahkan semua yang masuk kedalam perutnya hanya saja ia harus minum susu.

__ADS_1


Sementara itu diMansion Sean sudah memakai setelan rapi super mahal yang hanya dibuat beberapa saja dan hanya orang-orang tertentu saja yang mampu membelinya. Sean sudah tampan seperti biasanya, hari ini ia harus menunjukan dirinya sebagai CEO penerus ayahnya. Sesuai janjinya diusia 30 Sean akan menunjukan dirinya pada perusahaan karena selama ini karyawan, staf, serta pekerja diperusahaanya hanya tahu namanya saja tapi tidak pernah melihat dirinya.


Sean tidak lupa memakai jam tangan rolex keluaran terbaru ditangan kirinya, sekali lagi Sean memeriksa penampilannya didepan cermin. Setelah dianggapnya rapi Sean mengambil tas kerjanya lalu keluar dari kamarnya.


Sementara itu Dave sampai mansion langsung pergi kekamarnya dan mengganti setelannya, hari ini adalah hari penting Sean.


Hanya butuh waktu 10 menit Dave sudah rapi dengan setelan kerja tentu saja setelah kerja yang dibelikan oleh Sean kemarin.


Setelah berpakaian rapi Dave langsung datang pada Sean yang menunggunya didalam mobil, Dave menggela nafas untung saja ia mengganti pakaian tidak terlalu lama.


“bagaimana keadaan disana?” tanya Sean membuat Dave mengerutkan keningnya, namun detik kemudian Dave menganggukan kepalanya mengerti.


“aman terkendali bos, hanya saja bu bos nampak lebih galak sekarang” jawab Dave membuat Sean mengangkat sudut bibirnya.


“Andrea muntah-muntah sebelum menyelesaikan sarapannya, apa tidak sebaiknya kau temani dia?” tanya dDave menoleh kearah Sean yang hanya terdiam.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2