Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 19a


__ADS_3

Bab 19a


Sean bangun lebih dulu, bibirnya mengembangkan senyumnya karena andrea tidur sambil memeluknya. Apa yang paling membahagiakan dari ini, bagi sean ini lebih dari cukup. Melihat andrea bagun tidur, makan bersama, dan tinggal bersama itu sudah seperti mendapatkan bintang jauh diatas sana.


Sean mencium kening andrea lalu turun dari tempat tidur lalu berjalan kekamar mandi, hari ini ia harus datang pada undangan ayahnya karena sean berhasil menang tender proyek besar.


Sean tidak bisa mengabaikan ayahnya, apalagi itu adalah tendernya. Hanya butuh waktu 10 menit kurang bagi sean membersihkan dirinya.


Sean memakai setelan jasnya, ah memakai setelan jas seperti ini adalah gaya nya sekali. Sean sangat menyukai setelan kerjanya yang sekarang, tapi bohong. Sean lebih suka setelan yang digunakannya sebagai penyeludup senjata illegal aka mafia.


Sean hanya membutuhkan waktu 5 detik untuk memasang dasi dilehernya, sean kembali mengecek dirinya didepan cermin. Tahap akhir sean memilih jam yang cocok untuknya hari ini.


Sekali lagi sean menatap dirinya didepan cermin setelah melihat tampilannya tidak ada yang kurang lagi, sean mengakhiri sesi cerminnnya.


Sebelum pergi sean kembali mencium kening andrea,


‘aku akan segera kembali’ bisik sean tepat ditelinga andrea.


“pergi sekarang bro?” tanya dave ketika melihat sean keluar dari kamar

__ADS_1


“hm, jaga dhea selagi aku pergi” ujjar sean lalu keluar dari rumah ketika mendapat jawaban dari dave.


Dave pergi keruang latihan karena masih pagi buta seperti ini waktu dave selalu digunakan diruang latihan.


Dave tersenyum ketika menemukan lyin sedang tidur diruang latihan, wanita muda itu tidur diatas matras dengan berbantalan handuk keringat. Pasti ada yang mengganggu pikiran lyin baik itu yangg baik ataupun membuatnya kesal dan marah.


“emmm...kak dave” ujar lyin membuka matanya langsung ketika benar yang diambang pintu adalah dave.


“apa yang mengganggumu em?” tanya dave mendekat kearah lyin lalu duduk disebelah lyin.


“hanya, ya begitu” jawab lyin ambigu membuat dave tanpa sadar terkekeh sendiri.


“baik” jawab lyin tersenyum lebar kearah dave membuat dave mengelus kepala lyin sayang.


“baguslah, kalau buruk katakan pada kakak siapa yang menganggu mu”


“baik kak, kalau begitu aku pergi dulu” pamit lyin berdiri dari duduknya.


“hm, kau kuliah jam berapa?” tanya sean ketika lyin sudah sampai pintu.

__ADS_1


“jam 11 kak, kenapa? Mau mengantar?” tanya lyin balik


“hm,”


“oke”


Diluar tepatnya didepan pintu lyin memegangi jantungnya yang hampir lepas dari tempatnya, lyin berkali-kali menghirup udara banyak lalu mengeluarkannya dengan perlahan agar jantungnya tidak berdetak tidak normal lagi.


Sepeninggalnya lyin, dave melanjutkan aktivitas yang biasa ia lakukan dipagi hari.


Rachel bangun sperti biasanya seperti robot, bangun tidur langsung kekamar mandi membersihkan badan. Setelah berpakaian rapi baru lah ia kemeja makan dengan tidak ada harapan hidup.


Sedangkan didapur kepala yun mengkerakan bawahannyya untuk masak lebih cepat lagi karena waktu jam sarapan sebentar lagi.


Kepala yun menghela nafas kasar, begini lah kalauu setiap minggu para pelayan diganti jadi kepala yun harus turun tangan sendiri dan memberi contoh untuk hari ini saja jika tidak bisa, dipecat.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2