
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Sean langsung turun dari mobilnya meninggalkan Alex yang masih belum terlalu mengerti dengan apa yang baru saja ia lihat.
Ada mansion ditengah-tengah hutan, dan mansion ini sepertinya mansion milik pria keren itu yang sudah menghajar Samuel tempo hari dulu.
Alex turun dari mobil setelah mengangumi segala rahasia yang baru saja ia ketahui, katakan lah rahasia karena mansion Sean berada ditengah-tengah hutan dan yang paling unik Alex bahkan tidak mengingat jalan menuju mansion dan jalan pulang keluar dari hutan.
Sean langsung masuk kedalam kamarnya dan melihat Andrea yang sudah tertidur pulas, Sean menghela nafas lega dan mencium kening Andrea.
Sean meneliti tubuh Andrea yang banyak balutan plaster luka, Sean meringis melihat itu. Sean mengenggam tangan Andrea lalu menciumnya.
Alex dituntun oleh asisten mansion menuju kamar yang akan membawanya ke kakaknya. Alex memiringkan kepala karena melihat Sean yang begitu perhatian pada kakaknya, ternyata benar apa yang dikatakan Sean tadi sewaktu diperjalanan. Sean tidak berbohong mengetahui keberadaan kakaknya. Tapi, dari mana kakaknya mengenal Sean? Seingat Alex kakaknya tidak pernah berbicara tentang Sean.
Sean menoleh pada Alex yang sudah berdiri didepan pintu kamar. Sean mencium kening Andrea dan menghampiri Alex.
“temui kakakmu, dia sudah baik-baik saja sekarang” ujar Sean sambil menepuk pundak Alex pelan lalu pergi dari kamar.
Alex menghampiri kakaknya lalu memegang tangan kakaknya, Alex menghela nafas lega karena kakaknya sudah dirawat dengan baik disini.
Alex memang tidak tahu mengapa kakaknya kenal dengan Sean, tapi Alex lega karena mereka saling mengenal belum lagi tampaknya Sean sangat menyanyangi Andrea.
__ADS_1
“kak, aku tidak tahu berapa banyak rahasia kakak. Aku tidak mau tahu, aku hanya ingin kakak sehat dan bahagia. Sungguh” ujar Alex mengelus sayang kepala kakaknya sayang.
Sedangkan diruang keamanan Sean memutar ulang cctv yang merekam kedatangan Andrea yang tersesat didalam hutan ketika ingin menemuinya. Sean meringis ketika melihat Andrea pingsan karena hampir jadi makanan ular besar.
Sean melampar ponselnya didinding, karena ponselnya tidak bisa dihubungi ia jadi terlambat mengetahui wanita yang sedang dalam bahaya.
Dave hanya mengangkat kedua bahunya dan menyuruh pelayan untuk memungut ponsel Sean yang sudah hancur berantakan.
Alex keluar dari kamar ia membiarkan kakaknya untuk beristirahat, Alex membelakan matanya ketika melihat Lyin teman kakaknya yang datang tempo hari.
“kau?”
“kau?”
“kau ini aneh sekali, seharusnya aku yang bertanya bagaimana kau bisa kemari?” tanya Lyin sambil menggelengkan kepalanya.
“aku kemari karena kakak keren itu” jawab Alex karena memang ia belum berkenalan secara resmi dengan Sean.
“kakak keren? Siapa?”
“yang punya mobil putih didepan yang harganya super mahal” jawab Alex membuat Lyin mengangguk mengerti.
“oh, kak Sean.”
__ADS_1
“namanya kak Sean” ujar Alex pada dirinya sendiri.
“mau kemana kak?” tanya Alex ketika Lyin berlalu darinya.
“keruang latihan, mau ikut?”
Alex langsung menganggukan kepalanya mengikuti Lyin keruang latihan.
“kau mengenalnya?” tanya Dave ketika ia sudah keluar dari ruang keamanan dan menemukan Lyin dan Alex yang tampak mengobrol akrab selagi berjalan menuju ruang latihan.
“iya kak, adeknya kak Dhea. Alex” ujar Lyin memperkenalkan Alex pada Dave.
“ini kak Dave, tangan kanan kak Sean”
“salam kenal kak” ujar Alex mengenalkan diri secara sopan.
“manis sekali” puji Lyin jujur tanpa sadar ia mengelus kepala Alex sayang.
“aku sudah besar” ujar Alex sambil cemberut.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1