Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 84


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAINđŸ”„ MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


Sean menghirup banyak-banyak udara disekitar mansion, ya hari ini Sean baru saja pulang. Sebenarnya kemarin Sean sudah ingin pulang namun dilarang oleh Andrea. Sean sudah mengatakan alasan nya ingin pulang karena banyaknya pekerjaan yang menumpuk karena ia tidak masuk kerja, tapi jangan panggil Andrea dengan namanya jika ia tidak bisa menghentikan Sean untuk tetap dirumah sakit saja dan mendapatkan perawatan.


‘pekerjaanmu untuk sementara diambil alih dengan Dave sayang, jadi jangan banyak alasan dan stay manis saja disini’


Sean tidak bisa berkata-kata apalagi pada saat itu Dave menganggukan kepalanya mendukung Andrea, dan sekarang Sean sudah keluar dari rumah sakit. Rasanya baru saja terbebas dari neraka dunia, Andrea tersenyum pada Sean lalu menggendengnya masuk kedalam mansion. Dave? Tentu saja dia terkarakhir masuk kedalam mansion karena harus membawa koper Sean, Dave bisa saja menyuruh yang lainnya tapi Dave tidak melakukan itu karena pada dasarnya pekerjaan sudah dibagi-bagi dan tidak ada yang boleh meninggalkan pekerjaan kecuali didalam keadaan darurat.


Andrea membawa Sean kedalam kamar lalu mendudukan Sean ditepi ranjang, Sean mengerutkan kening mulusnya karena Andrea berjalan mengelilingi kamar.


“ini” ujar Andrea meletakan kamera pengawas disamping Sean, Sean hanya menggelengkan kepala membiarkan Andrea mencari semua kamera pengawas yang ia pasang.

__ADS_1


Andrea telah menemukan sekitar 40an kamera pengawas, lebih dikit dari yang kemarin Andrea temukan. Andrea menatap tajam pada Sean membuat Sean menyengir kuda melihat kan gigi putih ratanya.


“dimana lagi?” tanya Andrea membuat Sean bangkit dari duduknya dan mengambil kamera pengintai disamping sisi ranjang dan dibawah lemari, dibadan lemari, ada sekitar 10 kamera yang Sean temukan. Andrea membelakan matanya tidak percaya karena Sean mengambil kamera pengintai dari tempat yang Andrea pikir tidak perlu dipasang kamera pengintai.


“seriously?” tanya Andrea lagi-lagi Sean hanya tersenyum membuat Andrea hanya geleng-geleng kepala.


“aku pikir itu akan berguna jika aku terjatih ketika sedang tidur sayang” jawab Sean membuat hati Andrea sedikit sesak mendengar jawaban Sean. Andrea mendekati Sean lalu duduk dipangkuan dan mencium sekilas bibir Sean dan duduk dipangkuan Sean.


“berat jika tidak bersamamu” jawab Sean serius membuat Andrea tersenyum mendengarnya.


Sean pikir Andrea tahu tentangnya pasti dari Lyin tidak mungkin Andrea tahu dari Dave karena Dave rela mati dari pada membongkar rahasia besar miliknya. Sean tidak marah karena Lyin memberi tahu Andrea tentang ‘kelainan’ yang ia miliki karena tidak ada satu rahasia pun yang bisa ia rahasiakan dari Andrea.


“mulai sekarang kau tidak butuh ini semua” ujar Andrea menunjuk kamera pengintai yang baru saja ia temukan. Sean mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“karena aku akan menjadi ini semua, aku yang akan menjadi kamera pengintai ini. lagian aku cemburu mereka saja bisa memperhatikan mu kenapa aku tidak” lanjut Andrea membuat Sean terkekeh, wanitanya ini manis sekali. Sean mencium bibir Andrea bertubi-tubi sehingga membuat keduanya tertawa.


“he’hem..hmmmm” ujar Dave diambang pintu, lagi-lagi Dave harus menyaksiakan kemesraan bucin abadi Sean dan Andrea.


“kopermu bos”


“letakan saja disana,”


“baik bos” jawab Dave lalu menutup pintu kamar Sean yang mulanya memang terbuka.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2