Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 99


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


“anak kita?” tanya Andrea membuat Sean dan Sandra saling menantap. Andrea menatap Sean dengan air mata yang sudah mengenang dimatanya. Sean menggigit bibirnya ia tidak bisa mengatakan ini pada Andrea sekarang, lihat lah istrinya sudah menangis sekarang.


“katakan padaku! Dimana anak kita!” teriak Andrea sambil mengguncang tubuh kekar Sean, Sean memegang kepalanya lalu menghembuskan nafas kasar.


“sayang dengar kan aku dulu ya” ujar Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya menunggu Sean menjelaskan padanya.


“anak kita sudah bahagia disurga, ternyata Tuhan lebih sayang dengan putra kita...”


“TIDAK MUNGKIN!!!” teriak Andrea menolak Sean yang ingin memeluknya, Andrea sekarang sudah menangis tersedu-sedu. Semua ini salahnya, jika saja ia tidak ingin turun tangga semua tidak akan terjadi.


“Semua ini salahku..hikss....hiks... salahku” ujar Andrea sambil memekul kepalanya sendiri, Sean yang melihat istri nya menyalahkan dirinya langsung memeluk paksa Andrea walaupun Andrea menolaknya.

__ADS_1


“seandainya aku tidak turun semua..anak kita...dia masih ada..hiks..hiks...” ujar Andrea sambil memukul dada bidang milik Sean. Sandra tidak tahu harus bagaimana, sekarang sudah ada Sean maka Sandra keluar dari kamar VIP dan membiarkan Sean dan Andrea berbicara dari hati ke hati.


“sayang bukan salahmu, bukan.” Ujar Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya.


“ini salahku, hiks..hiks..aku ibu yang tidak becus menjaga anak kita yang bahkan belum lahir kedunia” Andrea menangis semakin menjadi membuat Sean kewalahan untuk membujuk Andrea untuk diam.


Sean ikut menangis bukan salah Andrea, putra mereka pergi kesurga, semua ini sudah takdir dan Tuhan lebih mencintai putra mereka. Tapi, Andrea terus menyalahkan dirinya sendiri membuat hati Sean terasa sakit dan ia sedikit tidak bisa bernafas. Kalau ada yang berhak disalahkan itu dirinya, karena meninggalkan Andrea untuk pekerjaan.


“bagaimana bisa Tuhan tega mengambilnya dari ku..hiks..aku bahkan belum melihatnya sama sekali..hiks..hiks..bahkan dia belum sempat melihat dunia ini..hik..hiks...hikss...”


“aku bahkan belum memberinya nama” ujar Andrea lemah, mata nya terasa sangat berat sekarang mengkin efek menangis yang lama atau efek ia belum makan sama sekali.


Andrea masih menangis hanya saja sekarang ia tidak lagi berbicara, rasanya berbicara sekarang tidak ada gunanya. Karena putranya tidak akan kembali lagi kepelukannya, Andrea menjadi capek sendiri menangis, hanya segugukan yang tersisa.


Kepala Andrea terasa sangat pusing dan perutnya terasa bergejolak, Andrea tidak bisa menahannya lagi pandangannya mulai gelap dan jatuh pingsan dipelukan Sean.

__ADS_1


“DHEA!!” teriak Sean kencang ketika menyadari Andrea jatuh pingsan, Sean langsung membenarkan posisi Andrea dan langsung memanggil dokter.


Sekarang Andrea sedang diperiksa oleh dokter, Sean masih berada didalam kamar ViP andrea, tentu saja Sean tidak mendengarkan dokter yang memintanya keluar. Sean mempunyai kekuasaan dirumah sakit ini, Sean memiliki saham yang lumayan, bukannya Sean ingin sewenang-wenang hanya saja tabiat Sean memang begitu. Tetap didalam dan membiarkan dokter memeriksa Andrea.


Sandra sudah memeluk lengan Sean, pria itu bisa saja membunuh dokter karena memeriksa Andrea. dokter yang memeriksa Andrea bahkan sekarang gugup karena memeriksa pasien sangat diperhatikan, Sean seperti mencari-cari kesalahannya.


“bagaimana keadaan istri saya dok?”


“Nona Andrea sekarang mengalami sedikit stres, stres karena merasakan tekanan atas kehilangan putra kalian. Jika stres itu berlanjut maka Nona Andrea akan....”


“gila? Apa maksud mu sialan!” teriak Sean tidak terima ketika dokter mengatakan kemungkinan terburuk pada istrinya, Sandra segera menahan Sean.


“saya harap untuk keluarga dekat selalu mendukungnya dan memberikan motivasi agar Nona Andrea keluar dari Stresnya”


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2