Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 86


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


Andrea sudah menyiapkan banyak sekali makan malam untuk Sean tentu saja dibantu oleh kepala Yun, banyak sekali mata-mata dimansion sehingga membuat Andrea mau tidak mau menuruti Sean untuk memasak dibantu oleh kepala Yun.


Andrea masih menunggu Sean setelah yang lainnya telah selesai makan malam, Andrea kembali menyiapkan makan malam khusus untuk Sean dan dirinya. Andrea tidak makan, ia hanya akan makan ketika Sean datang dan makan malam bersamanya.


Sedangkan dikantor cabang, Sean dan Dave harus terjebak disana karena ada kebakaran didapur restoran membuat Sean harus datang dan melihat sendiri. Ternyata setelah diselidiki oleh Dave ada pelayan yang teledor tidak mematikan kompor dan menyebabkan kebakaran. Akibat kebakaran Sean mendapatkan kerugian yang lumayan besar.


Sean memarahi para staf dan pelayan yang bekerja karena kelalaian yang sangat fatal itu, Sean menghabiskan waktunya dikantor cabang selama 3 jam.


“kau dipecat!” perintah Sean pada pelayan yang ceroboh tadi, pelayan itu hanya bisa menangis karena itu memang kesalahannya dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Sean melihat jam tangannya dan langsung menatap Dave kesal.

__ADS_1


“sial!” umpat Sean kesal karena sekarang sudah pukul 10 malam, tadi Sean sengaja mengerjakan pekerjaannya dibantu oleh Dave agar pekerjaannya selesai lebih cepat. Tapi, karena masalah ini bukannya pekerjaan Sean berkurang malah samakin menumpuk.


Dave mengikuti Sean yang telah pergi duluan, Dave menghela nafas lalu masuk kedalam mobil dan melajukan mobil kemansion.


Sean masuk kedalam mansion dan meninggalkan Dave, Dave hanya mengangkat kedua bahunya lalu memarkirkan mobilnya. Dave tentu saja langsung masuk kedalam kamarnya, ia sangat mengantuk dan tidak lapar.


Sean mengacak rambutnya frustasi karena melihat Andrea yang sedang tidur dimeja makan sekarang, Sean menghampiri Andrea, matanya menatap makan malam yang tertata dimeja makan. Sudah dingin, Sean menertawakan dirinya sendiri tentu saja sudah dingin sekarang sudah pukul 11 malam. Sudah lewat bagi seseorang untuk makan malam, sekarang waktunya untuk tidur.


Sean ingin mengendong Andrea dan membawanya kekamar namun sebelum Sean melakukan itu, Andrea lebih dulu bangun dari tidurnya.


“maaf karena sangat terlambat pulang dan tidak mengabarimu sama sekali” ujar Sean penuh rasa sesal, Andrea menggelengkan kepalanya dan mencoba tersenyum pada Sean.


“biar aku panaskan dulu, kau mandilah” ujar Andrea berdiri dan membawa makanan kembali kedapur dan memanaskannya.


Sean memikit pengkal hidungnya lalu berjalan menghampiri Andrea yang sedang memanaskan makanan, Sean memeluk Andrea dari belakang.

__ADS_1


“maafkan aku sayang, sungguh aku tidak bermaksud membuatmu menunggu” ujar Sean membuat air mata Andrea tanpa sadar turun dari matanya tanpa ia minta.


“kau marah padaku?” tanya Andrea membuat Sean menggelengkan kepalanya,


“tidak sayang, mana mungkin aku marah padamu” jawab Sean membuat Andrea samakin menangis,


“tapi kenapa telponku tidak kau angkat””


Sean menggigit bibir bawahnya, karena ponselnya dalam mode silent jadinya Sean tidak mendengar ada panggilan masuk dari Andrea.


“maafkan aku sayang, maaf, maaf” ujar Sean penuh penyesalan dan memutar badan Andrea hingga menghadapnya.


Andrea memeluk Sean dan menangis, Sean membalas pelukan Andrea lalu mengelus sayang rambut panjang wanitanya.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2