Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 88


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


Andrea sedang menatap dirinya didepan cermin, wajahnya tampak berseri. Alex menjaga Andrea sambil bermain game disamping Andrea.


“kau kenapa disini? Pergi sana!” usir Andrea tapi tidak membuat Alex bangkit dari duduknya,


“aku disini disuruh mami, nanti kalau kak Dhea kabur lagi bagaimana?” tanya Alex membuat Andrea cemberut, mana mungkin Andrea ingin kabur dari pernikahannya. Lagian kemarin itu sewaktu ia dikira kabur sebenarnya Andrea diculik Sean yang akhirnya membawanya menikah dengan Sean.


Alex melanjutkan main gamenya sesekali melirik Andrea yang sedang memandangi diri didepan cermin.


“kak!” panggil Alex membuat Andrea menoleh pada Alex.


“kenapa?”


“kalau kakak menikah, kakak akan tinggal dimansion?”


“yaiya lah, masa iya tinggal bersamamu”

__ADS_1


“ais bukan itu maksud aku, kalau kakak tinggal disana Alex boleh main ga?” tanya Alex membuat Andrea langsung menganggukan kepalanya.


“baguslah” ujar Alex kembali pada gamenya.


Sedangkan para undangan yang dari kantor Sean sekarang sedang membicarakan Sean, karena setahu mereka CEO mereka sudah memiliki tunangan tapi menikah dengan orang lainnya. Mereka bingung tidak mengerti tentang CEO mereka, bertunangan dengan siapa menikah dengan siapa. tapi tidak ada yang berani bergosip lebih jauh lagi karena mereka tahu CEO mereka mempunyai telinga dimana-mana, bisa dipecat karena berbicara yang tidak-tidak.


Sean merasakan gugup luar biasa, sekarang ia sudah berada ditengah altar. Sean sedang menunggu wanitanya datang kealtar yang diantar oleh ayah mertuanya.


Suara riuh tepuk tangan terdengar ketika Andrea memasuki altar, Sean tersenyum pada Andrea yang datang menghampirinya.


Vino menyerahkan putrinya pada Sean tanpa berkata apa-apa, Vino tentu saja sangat bahagia sekarang karena putrinya akhirnya menemukan pria yang mencintainya lebih dari Vino mencintai putrinya.


Sean dan Andrea sudah mengucapkan janji pernikahan, Sean langsung mengambil leher Andrea dan langsung mencium bibirnya.


Lagi, suara tepuk tangan yang meriah terdengar karena pandangan romantis didapan mereka sekarang, Dave menoleh pada Rachel dan menggenggam tangannya. Hanya Rachel yang tidak tersenyum dari tadi, ah Dave lupa memangnya kapan Rachel bisa tersenyum?


Vino menangis bahagia ketika putri nya dan Sean telah mengucapkan janji suci mereka didepan pendeta, tidak ada yang lebih membahagiakan dari pada menyerahkan putrinya pada pria yang baik. Vino memang tidak mengenal Sean tapi, Vino bisa melihat Sean adalah pria yang baik dari sisi pandangnya sebagai seoarang ayah. Dari pandangan Vino juga Sean seperti tidak akan sanggup meninggakan Andrea bahkan tidak ada niatan sedikitpun bagi Sean untuk meninggalkan putrinya. Itulah pandangan Vino pada Sean.


Mr. Martadinta ikut senang dengan kebahagian putranya,

__ADS_1


‘ibumu disurga pasti sekarang sedang melihat hari kebahagianmu, ibumu pasti ikut bahagia sekarang’ ujar Mr. Martadinta dari dalam hati.


Sean dan Andrea melemparkan bunga kearah tamu undangan, karena diacara pernikahan acara lembaran bunga oleh pasangan pengantin sangatlah ditunggu-tunggu.


‘satu, dua, tiga!”


Semua orang menoleh pada Alex karena yang mendapatkan bunga adalah Alex , bocah yang masih sekolah.


“sana kau mainnya agak jauh sedikit!” ujar Sandra lalu mengambil bunga dari tangan Alex lalu memberikan kembali pada Andrea dan Sean.


“sekali lagi”


“satu, dua, tiga!”


Dave langsung melepaskan bunga dari tangannya karena ia yang mendapatkan bunga, Dave menatap Rachel yang menatap bunga itu dengan tatapan kosong. Karena dilihati banyak orang Dave langsung mengambil bunga itu.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2