Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 67


__ADS_3

Bab 67


Dave bertambah kesal ketika sampai mansion Sean sama saja dengan Andrea, Sean malah sibuk dengan pekerjaannya.


“Andrea sudah tau kalau ada kamera pengintai diapartemennya” ujar Dave membuat Sean menganggukan kepalanya.


“kau tidak terkejut? Reaksi macam apa itu, hanya mengangguk saja” ujar Dave tidak percaya pada Sean.


“aku sudah tau cepat atau lambat Andrea akan menyadarinya” jawab Sean menutup laptopnya. Ya, benar Sean sudah tahu kalau Andrea pasti akan menemukan kamera pengintai mengingat Andrea pernah menemukan kamera pengintai didalam kamarnya.


“satu gorean 10 juta” ujar Dave sambil menunjuk wajahnya yang sudah diobati hanya pakai obat merah.


“mau operasi plastik?” tanya Sean sambil mengangkat sebelah alisnya.


“kalau bicara tidak disaring, mau perawatan wajahlah apa lagi” jawab Dave tidak terima dikatain operasi plastik.


“seperti wanita saja” komentar Sean sambil mengeluarkan salah satu kartu nya dari dompetnya.


“wajah adalah aset masa depan bos”


“masa depan yang gelap karena masih mempertahankan wanita itu!” ujar Sean membuat senyum Dave langsung luntur seketika.


“wanita itu punya nama bos”


“baiklah, kau tidak keluar?” tanya Sean ketika sudah diambang pintu, Dave langsung menyusul Sean dan menutup ruang kerja Sean.


“kau tidak ingin memberi tahu Andrea yang sebenarnya bos?” tanya Dave saat mereka berjalan bersamaan.

__ADS_1


“nanti, belum untuk sekarang” jawab Sean setelah terdiam beberapa saat.


Dave tidak bertanya lebih lanjut ia hanya menganggukan kepalanya, Sean langsung masuk kedalam kamarnya begitu pun dengan Dave mengingat hari sudah larut malam.


Sedangkan diapartemen Andrea kembali mendapatkan tamu tak diundang yaitu Alex adik bungsunya.


“kau membolos sekaloh?” tanya Andrea ketika melihat adiknya masih menggunakan seragam sekolah.


“terlambat kak” jawab Alex lemah


“kenapa tidak pulang, mami dan papi pasti khawatir” ujar Andrea ketika melihat jam sudah larut seperti ini.


“aku sudah menelpon mami dari sore tadi kak, aku menginap ketempat kakak” jawab Alex menyengir kuda.


“lalu kemana kau semalam ini?” tanya Andrea mengambil tas Alex dan meletakan keatas meja.


“kewarnet kak, hehe”


“masakk mie sana” ujar Andrea meminta Alex memasak mie instan.


“kakak mau?”


“tentu saja, kenapa kakak repot-repot menyuruhmu” jawab Andrea membuat Alex menghela nafas. Percuma saja bertanya pada kakaknya.


“ganti pakaian dulu” ujar Andrea


“iya kak”

__ADS_1


Alex masuk kekamar ruang tamu disana banyak pakaiannya, biasa karena Alex adalah tamu istimewa yang selalu mampir dan menginap diapartemen Andrea, kakak perempuannya.


Setelah mengganti pakaiannya Alex langsung memasak mie instan ditemani oleh Andrea, tepatnya Andrea hanya menemani Alex masak tampa membantu sama sekali.


“kak, tolong bumbunya” pinta Alex namun Andrea tidak bergeming matanya masih fokus pada ponselnya.


“tidak sampai” jawab Andrea membuat Alex yang mengambil sendiri bumbunya.


Alex meletakan panci isi masakan mie instan diatas meja yang sudah dialasi oleh kain lap.


“terima kasih kembali” sindi Alex ketika kakaknya langsung memakan mie tampa menunggunya yang sedang mengambil sendok.


“sama-sama, selamat makan” jawab Andrea cuek dan melanjutkan makannya.


“Lex, kakak mau makan kebab deh”


“hah?”


“kakak mau kebab”


“udah malam kak, besok aku belikan”


“mau nya sekarang”


“perginya bareng tapi”


“oke”

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,


__ADS_2