
Bab 10a
Dengan cemas sean langsung berdiri dari tidurnya lalu pergi kedapur. Andrea demam dan sean membutuhkan kompres dan juga obat. Alih-alih mengambil semua peralatan itu sean mengambil ponselnya dan menelpon dokter pribadinya.
“kerumahku. Sekarang. Juga. “ ujar sean langsung memutuskan panggilan. Sean menggenggam tangan andrea karena wanitanya itu tidur sambil mengigau.
“LYIN! LYIN!” sean keluar dari kamarnya dan pergi kekamar lyin menggedor-gedor kamar adiknya yang masih tertidur pulas.
Lyin yang tertidur pulas itu mengumpat kesal karena kakak nya sean membangunkannya dengan bruntal dengan cara menggedor-gedor pintu kamarnya.
“ada apa kak?” tanya lyin malas ketika mendapati sean berdiri didepan pintu kamarnya.
“kau, buatkan kompres” perintah sean membuat lyin mengerutkan keningnya.
“oh ayolah kak, ini baru jam 3 pagi jangan menyuruhku mengerjakan yang aneh-aneh” gerutu lyin kesal dengan masih setengah mengantuk.
“ini darurat lyin”
“kak suruh saja kepala pelayan atau pelayan yang lainya, memangnya hanya aku seorang diri disini yang hidup bersama mu” ujar lyin menatap kakaknya malas.
“ah kau benar juga, ternyata kau cerdas juga” jawab sean menghela nafas lega dan membuat lyin menganggukan kepalaya.
__ADS_1
Sean pergi dari kamar lyin namun baru beberapa langkah sean melangkah ia kembali lagi kekamar lyin.
“kenapa lagi kak?” tanya lyin yang hendak menutup pintu kamarnya.
“aku tau ada banyak pelayan disini, tapi kakak mau kau yang menyiapkan semuanya!” perintah sean membuat lyin merengek pada sean.
“ayolah kak, aku masih sangat mengantuk. Memangnya untuk apa kompresan itu?”
“dhea demam, sudah sana jangan banyak tanya dan buat saja apa yang kakak perintahkan!”
“ais, merepotkan saja” gerutu lyin kesal, walaupun begitu lyin tetap kedapur menyiapkan apa yang sean butuhkan.
“terima kasih kembali kakaku yang jelek” ujar lyin menyindir sean karena pria itu sama sekali tidak berterima kasih padanya, padahal lyin sudah rela bangun hanya untuk kompresan itu.
Sean mengangkat jempolnya lalu berjalan menuju kamarnya dan mengompres andrea sambil menunggu dokter pribadinya.
Taklama kemudian dokter pribadi sean datang dan langsung memeriksa keadaan andrea.
“bagaimana keadaannya paman?” tanya sean harap-harap cemas.
“baik-baik saja, hanya demam biasa saja. Ini obat yang harus diminum pagi dan siang” ujar dokter itu memberikan obat kepada sean.
__ADS_1
“syukurlah, dave akan mengantar paman pulang”
“hm, paman pulang”
Lyin geleng-geleng kepala menatap kakaknya, lyin bahkan menyipitkan matanya memperhatikan wajah sean.
“kenapa? Ada yang salah?” tanya sean menyingkirkan lyin dari hadapannya.
“kakak menelpon paman hanya untuk demam biasa seperti ini?” tanya lyin tidak percaya pada kakakknya.
“demam biasa katamu?”’’
“iya, demam biasa kakak pintar” jawab lyin lalu pergi begitu saja dari kamar kakaknya. Ah, kakakknya ini benar-benar saja membuat lyin kesal.
Diantara banyak orang yang mengenal sean hanya lyin, dave serta andrea lah yang berani terhadapnya. Selebihnya takut pada sean karena apa? Karena sean dikenal tidak mempunyai hati oleh kebayakan orang termasuk nenek, ayah, serta ibu tirinya ibu dari lyin.
Sean melepaskan kompres dari dahi andrea karena demam andrea sudah menurun, sean meletakan mangkuk kompresan diatas meja lalu membernarkan letak selimut andrea.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,
__ADS_1