Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 98


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


Disinilah Sean sekarang dirumah sakit sambil menunggu Andrea yang masih diperiksa oleh dokter, tadi jantung Sean nyaris berhenti ketika melihat Andrea yang sudah tergeletak dilantai bawah. Sampai sekarang pun Sean merasakan sesak karena tidak bisa bernafas dengan benar. Selama Sean belum mengetahui istrinya baik-baik saja jantung itu tidak akan bisa berdetak dengan benar.


Sandra memegang tangan Sean, ia tahu perasaan menantunya itu. Sandra dan keluarga langsung datang kerumah sakit ketika mendapat kabar bahwa Andrea masuk rumah sakit, begitu juga dengan keluarga Sean.


Sudah 4 jam lebih dokter didalam tapi belum keluar juga, dan selama itu juga Sean tidak berhenti mondar-mandir didepan pintu IGD. Sean juga tidak henti-hentinya menyala kan dirinya sendiri karena meninggalkan Andrea terlalu lama.


“bagaimana keadaan istri saya dok?” tanya Sean ketika dokter yang baru saja memeriksa Andrea keluar dari ruang IGD. Semua orang pihak keluarga juga sudah berdiri menunggu jawaban dari dokter.


“maafkan kami.....”


“KATAKAN YANG JELAS SIALAN!” teriak Sean karena dokternya itu sangat lama menjawab dan malah meminta maaf. Mr. Martadinata langsung menyingkirkan Sean agak menjauh.

__ADS_1


“silahkan dilanjutkan dok”


“kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi kami tidak bisa menyematkan bayi, dan kondisi ibu sekarang sedang kritis” jelas dokter membuat Sandra menutup mulutnya tidak percaya. Sean merasa lututnya lemas dan langsung terduduk dilantai yang dingin. Satu kejadian dengan dua kenyataan pahit, jantung Sean berhenti sesaat membuat Sandra langsung menghampiri Sean dan menyuruh Sean untuk kembali bernafas.


“kapan kami bisa melihat, anak kami dok?”


“setelah pasien dipindahkan, pasien sudah bisa dilihat. Saya permisi”


Andrea dipindahkan keruang inap VIP semua menunggu Andrea sadar tanpa terkecuali,


Sean mengambil tangan kanan Andrea yang tampak dingin, Sean menangis dalam diam melihat istrinya sekarang.


“maafkan aku sayang karena aku tidak becus menjagamu dan calon anak kita” ujar Sean disela tangisnya, Sean sekarang benar-benar merasa ini adalah kesalahannya, andai saja ia terus menemani Andrea dan menyampingkan pekerjaannya pasti semua nya tidak terjadi. Balik lagi kekenyataan itu semua hanya seandainya.


Sean terus memegang tangan Andrea yang dingin, Sean bahkan menggosokan tangannya dengan tangan istrinya agar tangan Andrea tetap hangat. Sean memang sedih ketika mendengar putra mereka tidak bisa diselamatkan tapi Sean akan ikut mati jika Andrea yang tidak bisa diselamatkan.

__ADS_1


Sean terus menggenggam tangan Andrea dengan penyesalan dikepalanya dan tentu saja kata seandainya tidak ketinggalan.


Sudah jam 3 dini hari tapi Sean tidak bisa memejamkan matanya, padahal Sean baru saja berhenti menangis bisa kah Sean tidur sejenak karena kecapen? Nyatanya tidak bisa, Sean tidak bisa tidur sebelum memastikan Andrea sadar. Sean tidak mau melewatkan detik detik Andrea membuka matanya Sean tidak mau Andrea membuka mata tanpa nya.


“Astaga, kau tidak tidur?” tanya Sandra kaget ketika masuk kedalam kamar inap putrinya melihat Sean yang duduk sambil memegang tangan Andrea. sudah jelas Sean tidak tidur karena sekarang Sean sudah seperti zombie saja.


“tidur lah sebentar, biar mami yang menjaga Dhea” ujar Sandra membuat Sean menggelengkan kepalanya.


“jangan keras kepala, tidur sebentar lalu sarapan. Jika kau sakit bagaimana? Kau mau melihat Dhea sedih?”


Sean menggelengkan kepalanya lalu berjalan kesofa dan tidur disana, walaupun kakinya melewati batas sofa karena ia terlalu tinggi Sean tetap memejamkan matanya. Benar kata ibu mertuanya jika ia sakit bagaimana ia bisa menjaga Andrea?


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2