Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 15a


__ADS_3

Bab 15a


Andrea menghampiri sean yang sedang memaikan pisau diruang berlatih, ada banyak sekali senjata kesukaannya ditempat latiahan sean hal inilah yang membuat andrea sangat tertarik datang keruang latihan.


Andrea menghampiri arena pemanahan, karena dari dulu ia belum pernah belajar memanah dari semua yang telah ia pelajari.


“mau mencoba?” tanya sean yang langsung diangguki oleh andrea.


“mau sekali” jawabb andrea membuat sean tersenyum lalu mengambil pemanah dan menyerahkan pada andrea.


Dengan senang hati sean mengajari andrea cara memanah karena andrea menginginkan itu, dan selama berlatih andrea sangat tangkas membuat sean merasa andrea memilki semua bakat dari lahir. Bayangkan saja andrea hanya perlu belajar sekitar 15 menit agar bisa membidik 10 point berturut-turut jika itu orang awam maka butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menguasai pemanahan.


Andrea merasa diatas awan karena ia bisa belajar memanah dengan cepat, tidak seperti bayangannya ternyata memanah sangat muda.


“aku ingin berburu dengan panah ini” ujar andrea membuat sean langsung menoleh kearah andrea.


“kalau kau ingin berburu gunakan ini” ujar sean menunjuk senapan yang biasa ia gunakan untuk memanah.


“tidak mau” jawab andrea membuat sean mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“kenapa tidak?”


“menggunakan senapan tidak seru, aku ingin mencoba berburu menggunakan panah” ujar andrea membuat sean menganggukan kepalanya mengerti.


“bolehkan berburu dengan anak panah?” pinta andrea dengan penuh harap.


“tentu saja boleh, besok kita mulai berburu untuk hari ini kau harus belajar lagi tata cara memanah” jawab sean membuat senyum andrea melebar.


“baiklah, dan aku butuh guru untuk mengajariku” ujar andrea


“aku akan mengajarimu”


“apa pekerjaanmu?” tanya andrea membuat gerakan sean yang akan membidik papan bidik terhenti.


“mau yang benar atau yang bohong?” tanya sean balik membuat andrea tergelak.


“yang mana saja, benar atau pun bohong aku tidak masalah yang penting aku tahu pekerjaanmu apa”


“aku mafia dan juga CEO” jawab sean membuat andrea menganggukan kepalanya.

__ADS_1


“kau percaya?” tanya sean tidak percaya pada andrea.


“tentu saja, sudah ku bilang apapun yang kau katakan aku akan percaya. Lagian apa salahnya dengan mafia, itu pekerjaan. CEO, bukan kah bagus jika kau CEO suatu perusahaan, jadi pekerjaan apapun tidak masalah asalkan kita bisa menempatkan diri kita, itu yang penting” jelas andrea membuat sean tertegun, hanya andrea lagi satu-satunya yang mendukung pekerjaan apa yang ia jalankan sekarang. Ayahnya sangat menentang dirinya yang menjadi penjual senjata ilegal, lalu mengapa usaha sean masih berlanjut karena sean menerima tawaran ayahnya untuk menjadi CEO M Grup jika tidak sean tidak diperbolehkan menjual senjata lagi. Sebenarnya diizinkan atau tidak sean akan melakukannya, hanya formalitas saja bagi sean.


“maaf karena aku belum mencintaimu sama seperti kau mencintaiku” ujar andrea membuat sean menoleh kearah andrea.


“aku mencintaimu saja sudah cukup untukku kalau kau balas mencintaiku itu adalah bonus untuku” jawab sean membuat perasaaan andrea sedikit bergetar.


“bagaimana dengan teman?” tawar andrea yang langsung diangguki oleh sean.


“setuju”


“teman”


“teman”


Sean menatap andrea senang, menjadi teman sudah menuju awal yang baru untuk mereka. Masalah nanti andrea dapat membalas cintanya itu urusan belakang karena sekarang mereka adalah teman sudah membuat sean sangat bahagia.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2