
Bab 10
Andrea mencoba melepaskan tangannya dari sean, tapi sean dengan enggan melepaskan tangannya sean bahkan menyeretnya masuk kedalam mansion. Sean menjatuhkan andrea keatas kasur, sean melepaskan jasnya lalu melipat lengan kemejanya hingga kesiku. Sean mendekat kearah andrea membuat andrea mundur dengan mengesot kebelakang.
“mau apa kau!” teriak andrea membuat sean bertambah kesal,
“mau menembakmu!” jawab sean menekan suaranya sambil mengeluarkan pistol kesayangannya dari balik pingangnya.
Sean menempatkan pistolnya tepat didepan kepala andrea, andrea menggelengkan kepalanya air matanya sudah keluar sekarang.
“aku tidak mau mati!” ujar andrea memejamkan matanya dan dengan cepat menghapus air matanya.
“KALAU KAU TIDAK MAU MATI KENAPA KAU KABUR, SIALAN!” teriak sean kencang memenuhi gendang telinga andrea.
__ADS_1
“kenapa aku kabur? Pertanyaan macam apa itu? Bukankah sudah jelas apa alasan aku kabur dari sini!” jawab andrea berusaha tenang dan menghapus air matanya yang sudah mengering.
“kau!” ujar sean geram dan mengarahkan pistolnya lagi tepat didepan kepala andrea.
“aku? Aku kenapa? Mau menambakku? Mau aku mati? Tembak saja” tantang andrea menatap sean dengan berani, sean memegang erat pistolnya ia memejamkan matanya lalu mengeluarkan peluru dari pistolnya sehingga terdengar suara letusan peluru pistol.
“AAAAAKHHHH” andrea berteriak kencang, dengan tangan yang gemetar hebat andrea memegang keningnya dan ia tidak menemukan darah disana.
Andrea menatap sean lalu jatuh pingsang, dengan cepat sean langsung menangkap andrea agar tidak terjatuh kelantai.
Sean menghela nafas lalu menggendong andrea dan membawanya kekasur, setelah meletakan andrea kekasur sean mengambil pelurunya yang menembus kaca rias yang sean siapkan untuk andrea.
Sean kembali berjalan keranjang dan menghampiri andrea, ia mengelus sayang rambut wanitanya. Bagaimana bisa wanita yang amat sangat ia cintai meminta mati ditangannya sedangkan banyak orang diluar sana memohon untuk tetap hidup padanya.
__ADS_1
Tidak tahukah andrea betapa khawatirnya sean tadi ketika mengetahui andrea kabur dari mansionnya dan jantungnya terasa copot dari tempatnya ketika melihat andrea dengan suka rela masuk kedalam mobil louis?
Sean sama sekali tidak bisa membayangkan hidupnya jika pria tua hidung belang itu sampai berhasil menembak wanitanya dan andrea pergi darinya untuk selamaya. Untung tadi sean cepat datang dan berhasil menambak tangan loius kalau sean terlambat sebentar saja sekarang andrea hanya tinggal nama saja. Loius pria busuk itu akan mendapatkan pelajaran yang setimpal darinya karena berani menganggu wanitanya.
Sean menghela nafas membayang kan andrea tertembak membuatnya pusing dan kehiangan dunia nya dalam sekejab saja. Mengetahui andrea kabur saja sudah membuatnya susah bernafas seakan udara disekitarnya direbut paksa oleh seseorang.
Sean ikut berbaring disebelah andrea, istrinya. Sean memeluk andrea erat, sean memeluk andrea dan menghilangkan pikiran yang menganggu kepalanya.
Sean terbangun dari tidurnya karena ia merasakan panas dan keringat tapi bukan miliknya, sean memegang kepala andrea.
Dengan cemas sean langsung berdiri dari tidurnya lalu pergi kedapur. Andrea demam dan sean membutuhkan kompres dan juga obat. Alih-alih mengambil semua peralatan itu sean mengambil ponselnya dan menelpon dokter pribadinya.
“kerumahku. Sekarang. Juga. “ ujar sean langsung memutuskan panggilan. Sean menggenggam tangan andrea karena wanitanya itu tidur sambil mengigau.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,