Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 50


__ADS_3

Bab 50


Andrea baru saja menyelesaikan pekerjaannya, butik sudah tutup dan para pegawai andrea sudah pulang semua. Andrea tersenyum pada dirinya sendiri, wajar saja sekarang sudah waktunya bagi orang-orang untuk tidur. Andrea menghela nafas karena hari sudah malam dan tidak ada taksi yang lewat didepan butiknya. Ingin rasanya andrea berkata kasar pada alex yang meminjam mobilnya dan belum dikembalikan sampai sekarang.


Andrea mengambil ponsel dan memesan taksi online, tidak ada cara lain jika andrea menelpon rumah akan menjadi lambat 2 kali lipat agar andrea bisa pulang.


Andrea menunggu didepan butiknya sambil menatap langit yang gelap tanpa bulan dan bintang yang menemaninya.


“sayang?” panggil seseorang yang suaranya amat andrea kenal yang tidak lain adalah suara samuel. Andrea menoleh kearah suara. Andrea menatap samuel jengah tanpa minat. Sayang? Yang benar saja.

__ADS_1


“aku minta maaf aku salah, aku khilaf. Sayang kau tahu aku sangat mencintaimu, sangat” ujar samuel memegang kedua tangan andrea,


Andrea tidak menjawab ia hanya menatap malas kearah samuel, wajah samuel babak belur dan juga tangan kirinya memakai gips. Dan tiba-tiba saja pikiran andrea melayang pada wajah alex yang memar kemarin. Jangan-jangan.... ah tidak-tidak, jika benar alex dan samuel baku hantam maka alex akan lebih babak belur tapi kenyataannya tidak.


“sayang, dengarkan aku ya. Jangan tinggalkan aku sayang, kau tahu pernikahan kita sebentar lagi akan terjadi”


“bagaimana dengan sindi?” tanya andrea menatap samuel tajam,


“kalau begitu aku juga tidak peduli denganmu” ujar andrea kesal dan langsung naik taksinya yang baru saja datang.

__ADS_1


“DHEA! SAYANG!”


Andrea masuk kedalam taksi dengan mengumpat kesal, dasar pria brengsek. Berani-beraninya dia meninggalkan sindi. Andrea menghela nafas, ia mengambil ponselnya didalam tas lalu memasukannya kembali. Andrea ingin menghubungi Sindi tapi ia urungkan mengingat ia telah mengatakan pada sindi untuk berhubungan kembali setelah 5 tahun.


Andrea mengambil ponselnya lalu menekan 12 angka dipanggilannya, andrea tidak menyimpan nomor itu karena andrea hafal diluar kepala. Andrea menekan tombol delete dan memasukan kembali ponselnya kedalam tasnya. Tidak bisa dipungkiri saat-saat seperti ini andrea sangat merindukan sean. Andrea menggelengkan kepalanya, ini sudah menjadi keputusannya meninggalkan sean kala itu dan sekarang sean sudah mempunyai wanita baru, wanita yang andrea lihat bersama sean ketika ia dan sindi sedang berbelanja. Jadi andrea tidak boleh merindukan sean sekarang. Tapi, andrea kembali berpikir andrea hanya merindukan sean, apakah dosa jika ia merindukan sean? Apakah ia akan dipenggal karena telah berani merindukan kekasih orang lain?


Setelah membayar taksi andrea langsung masuk kedalam rumah, tentu saja rumah sudah sepi karena sudah tidur semua. Andrea masuk kedalam kamarnya tanpa menghidupkan lampu karena memang andrea sudah hafal selak beluk rumahnya andrea bahkan bisa masuk kedalam kamarnya dengan mata terpejam sekali pun. Andrea tidak mencuci wajahnya, hari ini ia sangat lelah jadi ia harus segera tidur agar besok ia bisa bangun pagi dan kembali bekerja.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2