
Bab 64a
Dave tidak tahu harus mencari mangga muda yang langsung dari pohonyya dimana, Dave pergi menuruti kata hatinya. Dave sudah menjelajahi jalanan hingga masuk kedalam gang tapi ia belum juga melihat adanya pohon mangga yang sedang berbuah. Banyak pohon mangga hanya saja belum berbuah berbunga saja belum.
Dave tanpa sadar memukul stir nya kesal, sekarang kan belum waktunya musim mangga. Dimana bisa ia mendapatkan mangga. Dave mengomel sendiri sepanjang jalan hingga ia menemukan pohon mangga yang sedang berbuah, tidak lebat hanya beberapa saja tapi Dave bisa melihat nya dari kejauhan.
Dave memarkirkan mobilnya lalu keluar dari mobil berjalan kearah rumah yang mempunyai mangga. Dave sudah memencet bel dari pagar tapi tidak ada sahutan. Karena itu Dave dengan nekat menaiki pagar.
Gukk. Guk. Guk.
Dave kaget setengah mati karena dibatang mangga ada anjing yang ikat menggunakan rantai. Dave memang kaget tapi hanya sebentar setelah itu ia menaiki mangga dengan beberapa detik saja. 2 mangga cukup untuk Andrea. setelah mengambil mangga Dave meletakan uang didekat pohon, mana mungkin Dave menjadi pencuri.
Dave sampai kebutik 2 jam setelahnya, Dave memberikan mangga muda pada Andrea. Andrea menatap mangga muda yang baru saja dibawa oleh Dave tampa minat, padahal itu mangga benar-benar langsung dari pohonnya.
“apa lagi sekarang?!” tanya Dave membuat Andrea menggelengkan kepalanya.
“untukmu saja” jawab Andrea kembali pada sketsanya.
“aku masih waras untuk memakan mangga masam ini, bukankah kau mau mangga yang baru dipetik?”
“tadinya iya, sekarang tidak lagi”
“hah?” tanya Dave tidak mengerti
__ADS_1
“aku sudah makan mangga yang itu” jawab Andrea sambil menunjuk mangga belian Dave tadi. Dave mengacak rambutnya frustasi.
“kenapa tidak bilang, aku susah mencari mangga ini” ujar Dave membuat Andrea menyengir kuda.
“maaf, aku ingin memberi tahumu tapi kau sudah pergi duluan”
Dave duduk terlemas disofa, ia memejamkan kedua matanya. Istirahat sejenak. Tahu Andrea memakan mangga yang ia beli Dave tidak perlu mencari mangga yang belum musim.
“mbak, kita jadi makan malam bersama?” tanya Sekar membuat Andrea menatap nya sambil menganggukan kepalanya.
“jadi, kalian siap-siap ya kita tutup lebih awal hari ini”
“iya mbak”
Dave membuka sebelah matanya ketika Sekar sudah pergi, lalu detik kemudian ia kembali memejamkan kedua matanya.
“hm”
“Dave!” panggil Andrea
“hm”
“tidak jadi”
__ADS_1
“oh”
“kau kapan pergi dari sini?” tanya Andrea, salah sebenarnya Andrea tidak ingin mengusir Dave, Andrea ingin bertanya sejak kapan Crystal dan Sean bersama, namun belum bertanya lidahnya keluh tidak bisa berbicara.
“sebentar lagi, masih menunggu perintah bos”
“sejak kapan bosmu dan Crystal bersama?” tanya Andrea dengan cepat membuat Dave sulit mengerti dari pertanyaan Andrea.
“oh, baru malam kemarin. Mereka dijodohkan seperti itu mereka bersama” jawab Dave setelah mengerti pertanyaan dari Andrea.
“masih jaman jodoh-jodohan?” ujar Andrea lebih tepatnya pada dirinya sendiri.
Dave hanya mengangkat kedua bahunya lalu mengangkat telpon dari Sean.
“..................”
“baik bos”
Tut,
“aku pergi, masih ada pekerjaan. Bye”
“bye, permen karet”
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,