
Bab 4a
Andrea menatap bayangannya didepan cermin, sekarang jantungnya berdegub kencang dimana sekarang ia sedang sangat gugup bercampur perasaan bahagia.
Andrea bahkan hampir menangis karena perasaan yang menghampirinya sekarang, karena takut menghancurkan make up yang sudah dibuat sekitar 4 jam lamanya membuat andrea menahan tangis bahagianya.
Tok...tok.....
Andrea mengalihkan pandangan nya dari cermin melihat siapa yang masuk kedalam ruang riasnya.
“mami?” panggil andrea tersenyum ketika maminya muncul dibalik pintu.
Sandra menghampiri anak keduanya ini, andrea. Sandra masih tidak percaya kalau sekarang putrinya akan menikah dan akan tinggal bersama suaminya nanti. Sandra bahkan menganggap andrea gadis manis yang selalu menangis karena sering diganggu oleh abang dan adiknya.
Sandra duduk didepan andrea dan memegang kedua tangan putrinya, sandra tersenyum lembut kearah andrea. Dan seketika itu juga air mata yang andrea bersusah payah ia tahan terjatuh begitu saja dengan hanya melihat senyum lembut ibunya.
“kenapa menangis em?” tanya sandra menghapus air mata putrinya, dan tanpa sadar juga sandra ikut menangis bersama andrea.
“mami tidak boleh menangis” ujar andrea menghapus air mata sandra, andrea membenci air mata maminya jatuh.
__ADS_1
“mami bahagia sayang, karena kau bahagia sekarang. Mami akan selalu berdoa untukmu dan samuel sayang. Sering-seringlah mampir kerumah dan merengek lah pada mami jika kau ada masalah, apapun itu” ujar sandra memeluk andrea, tangan kanan sandra menepuk-nepuk pundak purtinya. Sedangkan andrea tersenyum mendengar parkataan maminya.
“mam, aku sudah dewasa dan orang dewasa tidak akan merengek lagi pada maminya” ujar andrea membuat sandra terkekeh.
“bagi mami dan papi kau masih putri kecil dikeluarga kita sayang” andrea mengangguk, andrea sangat tahu itu, apalagi papinya. Papinya itu selalu memanggilnya ‘putri kecil papa’ gula-gula papi’ ‘candy papi’ ‘princcess’, mengingat papinya andrea ingin segera memeluk papinya itu.
“hai, adek kecil abang!” panggil bryan masuk kedalam kamar lalu mengambil alih pelukan dari sandra.
“hallo abang tua” ledek andrea membuat bryan terkekeh, bryan mengelus kepala andrea sayang. Adik kecilnya sudah sangat besar sekarang. Banyak waktu yang mereka lewat kan namun bryan baru menyadari kalau adiknya sudah dewasa dan sekarang akan segera menikah dalam beberapa jam kedepan.
“maaf mengganggu!” semua mata tertuju pada suara berat milik alvino, papi mereka.
Andrea berdiri tidak jauh dari alvino, sama seperti yang lainnya alvino juga masih mengira ini semua hanya mimpi, baginya andrea adalah putri kecilnya. Berani sekali pria itu menculik putrinya dari keluarganya. Namun, itu hanya pemikiran konyol meningat sekarang putrinya akan bahagia.
“little girl, give papi a hug, please!” pinta alvino sambil merentangkan kedua tangannya, dengan senang hati andrea menghampiri alvino dan memeluk erat papinya.
Alvino tidak mengeluarkan suara sama sekali, begitupun dengan andrea mereka hanya saling berpelukan. Namun, ada banyak percakapan yang terjadi diantara mereka hanya saja percakapan itu hanya untuk didengar oleh mereka berdua saja.
Andrea tersenyum sambil membenarkan riasan disekitar matanya, mami, papi, bryan, dan alex sudah tidak menghampiri nya lagi. Andrea lega karena pernikahannya dibanjiri kebahagia seperti ini.
__ADS_1
Tok..tok....
Andrea mengabaikan ketukan pintu, toh kalau pun itu penting orang yang mengetuk pinntu akan masuk kedalam ruangannya.
Tok..tok...
“masuk” ujar andrea karena pintu masih diketuk dan orang yang mengetuk pintu tak kunjung masuk.
Andrea mencari-cari ponselnya karena ia ingin selca mengingat hari ini ia begitu cantik jadi ia harus membuat kenang-kenangan diruang riasnya.
Andrea bahkan tidak mengetahui siapa yang masuk kedalam ruang riasnya,
“ada perlu apa?” tanya andrea tidak melihat orang itu dan masih fokus mencari ponselnya.
Pria berpakaian serba hitam itu menghampiri andrea lalu membiusnya,
“siapa kau? Kena......”
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
__ADS_1
To be continue,