Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 3


__ADS_3

Bab 3


Sindi menatap andrea dan ia tersenyum lebar lalu detik kemudian sindi memeluk sahabat kecil nya itu.


“congrats babe, im so glad for you” ujar nya berbisik ditelinga andrea, andrea yang mendengarkan itu tersneyum lalu menepuk-nepuk pelan pundak sindi.


“thanks babe, aku berdoa semoga kau dan pacarmu akan segera menyusul” jawab andrea sambil berbisik juga ditelinga sindi.


Sindi melepaskan pelukan mereka lalu memegang kedua tangan andrea,


“aku tidak bisa segera menyusulmu, kau tau pacarku melarikan diri dan lebih memilih menikah dengan orang lain” ujar sindi membuat kening mulus andrea berkerut.


“apa maksudmu? Kau jangan bilang kau......”


“kau benar” jawab sindi memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


Andrea menatap tajam kearah sindi dan itu membuat sindi ingin melepaskan kedua tangannya dari genggaman andrea.


“aku tau ini bukan waktu yang tepat memberi tahumu, maaf karena telah mengacaukan mood indahmu” ujar sindi dengan tidak enak, andrea menghela nafas lalu membawa sindi kedalam pelukannya.


“bukan masalah waktunya tepat atau tidak, yang terpenting kau segera cerita padaku” ujar andrea pelan membuat sindi menangis. air mata yang tadinya ia tahan agar tidak jatuh sekarang pecah, pertahanannya runtuh.


“menangislah yang banyak untuk hari ini, tapi tidak untuk besok, lusa, bahkan selanjutnya karena pria busuk itu tidak pantas untuk kau tangisi” ujar andrea membiarkan sindi menangis sepuasnya.


Andrea membawa sindi duduk dikursi setelah sindi sudah lumayan tenang, andrea juga mengambilkan sindi minum karena wanita itu tampak kehilanga suaranya karena menangis begitu banyak hari ini.


“terima kasih” jawab sindi dengan suara serak


Andrea menganggukan kepalanya, andrea tidak bisa berbuat banyak ia hanya bisa memberikan minum, tisu dan menenangkan sahabatnya. Karena memang sindi belum pernah mengenalkan kekasih sindi pada andrea. Pernah sindi ingin mengenalkan kekasihnya tapi andrea tidak bisa, giliran andrea ada waktu luang andrea juga tidak bisa menemui kekasih sindi karena kekasih sindi ada urusan pekerjaan.


Andrea menatap dalam sahabatnya yang sedang mencoba menahan tangis nya agar tidak kembali tumpah, menanyakan siapa pria yang telah mengkhianati sindi sama saja membuat boom meledak pasalnya sekarang sindi sudah lumayan tenang jika andrea bertanya siapa pria brengsek itu pasti tangis sindi kembali pecah dan andrea benci melihat itu.

__ADS_1


“lalu bagaimana kau akan menjalani harimu untuk kedapannya?” akhirnya pertanyaan itulah yang meluncur mulus dari mulutnyya.


Sindi menatap andrea lalu mencoba tersenyum, andrea mendesah ia tahu bahwa sahabatnya itu sedang berpura-pura tegar.


“aku akan menjalani hari ku seperti biasanya, benar katamua air mataku sudah cukup untuk hari ini saja tidak untuk besok, lusa, dan seterusnya. Karena menangis pria brengsek seperti dia tidak ada gunanya, aku berdoa semoga dia dan calon istrinya hidup dengan bahagai dengan begitu aku bisa lega” jawab sindi membuat kening andrea berkerut.


“dasar aneh, seharusnya kau mendoakan mereka tidak bahagia, dasar idiot” ujar andrea pedas.


“siapa yang kau katakan idiot?” tanya sindi menghampiri andrea.


“kau tentu saja”


“aku idiot? Oh, ayolah kalau aku idiot lalu kau temannya idiot dan berarti kau idiot juga” ujar sindi tertawa dan andrea melihat tawa itu, tawa garing. Tapi tetap saja andrea ikut tertawa bersama sindi.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2