
Bab 57a
Jangan lupa untuk selalu mendukung cerita ini, terima kasih 💚💚
Andrea memberikan salah satu ATM nya pada Alex, biarlah adiknya itu membelanjakan sepuasnya uangnya. Toh, tidak masalah bagi Andrea mengingat adiknya sudah mau berkorban tadi.
“pi, mi” panggil Andrea ketika mereka sedang makan malam bersama
“iya kenapa kak?” tanya Sandra
“kayaknya aku harus segera pindah dari sini, aku tidak mau membuat kalian repot”
“sayang...”
__ADS_1
“mi, please. Sekali ini saja biarkan Dhea mengambil keputusan sendiri”
Sandra dan Vino saling berhadapan dan menganggukan kepala mereka.
“baiklah jika itu memang sudah keputusanmu, masalah Samuel atau pria mana pun jangan kau pikirkan lagi. Pikirkan saja dirimu” ujar Vino membuat Andrea menganggukan kepalanya. masalah Samuel yang berselingkuh sudah diketahui oleh orang tuanya, tapi Andrea tidak memberi tahu siapa perempuan itu.
Setelah makan malam tiba-tiba saja Andrea ingin sekali memakan martabak digang perumahan. Andrea sengaja tidak membawa mobil karena jaraknya sangat dekat.
Andrea sudah memesan martabaknya dan sekarang ia sedang menunggu. Andrea hampir terjatuk karena kaki kursi pelastik itu sudah sangat rapuh. Untung saja Andrea langsung berdiri ketika mendengar suara krek.
“tidak apa-apa mang, sepertinya kursinya harus saya ganti”
“tidak perlu neng, lagian kursinya memang sudah seharusnya diganti” Andrea menganggukan kepalanya. Andrea memegang perutnya untung saja ia tidak terjatuh. Selain Andrea tidak jauh dari keberadaan Andrea, Sean menghela nafas lega karena Andrea tidak terjatuh. Sean sangat cemas, tapi ia tidak bisa menghampiri Andrea hanya sekedar menanyakan ‘kau tidak apa?’
__ADS_1
Esok hari nya, seperti keinginan Andrea ia harus pindah. Hari ini Andrea pindah ke Apartemen dekat butiknya tidak terlalu dekat nya saja dari apartemennya kebutik hanya membutuhkan 10 menit saja.
Barang-barang Andrea sudah tersusun rapi karena berkat bantuan dari orang tuanya, Alex dan orang yang disewa oleh Vino, papinya.
Andrea menidurkan dirinya diatas ranjang setalah semuanya beres dan keluarga nya sudah pualng. Sebenarnya alasan Andrea pindah adalah ingin menghindar dari keluarganya. Andrea belum berbicara kepada anggota keluarga nya jika sekarang ia sedang mengandung. Bisa saja Andrea bercerita tapi pasti orang tuanya nanti akan bertanya siapa pria itu. Dan Andrea tidak mau menyeret Sean.
Andrea memejamkan kedua matanya, karena hari ini ia lebih lelah dari hari biasanya. Sedangkan dari hotel M Sean sedang mengawasi Andrea yang sedang tertidur pulas.
Sean sudah pindah keapartemen tepat disebelah Andrea hanya saja Sean tidak bisa melihat Andrea jika ia sedang diapartemen jadilah ia memilih untuk tinggal dihotel.
Tentu saja, Sean sudah meminta kunci cadangan apartemen Andrea karena Sean tidak mengetahui sandi yang dibuat oleh Andrea. bukannya tidak tahu hanya belum tahu saja, lagian Sean hanya sebentar saja menggunakan kunci cadangan untuk dirinya nanti masuk menyelinap masuk kedalam apaartemen Andrea.
Andrea terbangun pukul 8 malam, perutnya tiba-tiba saja sangat lapar. Andrea memesan makanan lewat ponselnya. Mumpung Andrea sedang sangat ingin makan jadilah Andrea memasan banyak makanan. Andrea pola makannya memang mood-mood tan jadi sebelum ia tidak bisa memakan apapun Andrea harus makan yang cukup sekarang.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,