
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Flashback
“siapa pria ini kak?” tanya Crystal ketika kakaknya Bima memberikan foto pria asing,
“targetmu!”
“terget? Yang benar saja kak, aku baru saja menyelesaikan targetmu membunuh ketua hakim. Biarkan aku istirahat sebentar” jawab Crystal sambil menyenderkan badannya disofa.
“lakukan saja yang kakak perintahkan! Kau harus mendekatinya sampai kakak menemukan kelemahannya!” perintah Bima membuat Crystal memejamkan matanya lelah.
“haruskah aku membunuhnya?” tanya Crystal membuat Bima menggelengkan kepalanya.
“memang harus membunuhnya tapi tidak sekarang,”
Crystal menganggukan kepalanya mengerti, ia mengambil foto yang tadi diberikan kakaknya.
“kapan aku akan mulai?” tanya Crystal membuat senyum Bima terbit.
__ADS_1
“besok!”
“baiklah”
Crystal mengamati sekali lagi foto calon targetnya, Crystal membalik foto dan disana tertera nama Sean Martadinata. Crystal juga mengamati foto-foto keluarga dari Sean. Tentu saja itu sangat perlu karena itu akan membantunya dalam menjalankan misi dan apa saja yang perlu masuk kedalam rencananya.
Crystal mengambil foto untuk targetnya dan membawanya kedalam kamarnya, ia perlu mengamati dengan jelas.
Besoknya Crystal datang kekediaman orang tua Sean, ia sudah merencakan rencananya semalam. Hari ini hanya tinggal menjadikan misi saja.
Crystal tentu saja datang setelah mendapat undangan resmi dari pemilik rumah, Crystal sebelum itu mengirim seluler untuk mengajukan pertemuan.
“siapa ini paman?” tanya Crystal ketika Mr. Martadinata memberikan foto wanita padanya, Crystal sama sekali tidak mengenal wanita ini.
“wanita yang menjadi sainganmu” jawab Mr. Martadinata membuat Crystal mengembang kan senyum sinisnya. Wanita ini sama sekali bukan saingannya, batin Crystal dengan percaya diri.
“ini alamat butiknya, kunjungilah sesekali dan bandingkan dirimu dengannya”
“tentu saja paman, tapi kalau boleh jujur dia sama sekali tidak sebanding denganku” jawab Crystal dengan percaya diri.
“aku suka dengan percaya dirimu”
__ADS_1
“terima kasih paman”
Crystal mengamati foto Andrea yang baru saja diberikan oleh Mr. Martadinata, setelah menerima secara rinci informasi tentang Andrea. Disinilah Crystal sekarang, mengamati butik milik Andrea. Saingan? Tidak ada yang boleh menyainginya apalagi itu Andrea.
Crystal memiringkan kepalanya, ia harus mencari tahu lebih banyak lagi tentang Andrea, dan Crystal butuh rencana yang bagus.
Setelah puas mengamati butik milik Andrea, Crystal memutar balik mobilnya tanpa mampir terlebih dahulu. Bagi Crystal rencana yang mantap akan membawa pada kesuksesan.
Crystal tidak tidur selama dua hari karena harus memikirkan rencana untuk mendekati Sean dan keluarganya serta sekarang ia harus mencari tahu tentang Andrea. sebelum Crystal tertidur ia tersenyum penuh kemenangan. Sepertinya ia sudah tahu kelemahan Sean, yaitu Andrea. Dasar pria, letak kelemahannya selalu sama saja yaitu wanita.
Crystal mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada kakaknya untuk informasi yang penting.
To Bima : kelemaha Sean sementara, sent a pict
Setelah mengirim foto Andrea, Crystal naik keatas ranjangnya dan pergi untuk tidur. Besok Crystal akan menjalankan rencananya yang lain.
Crystal flashback off.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue*,
__ADS_1