
Bab 29a
Hari ini perban dikaki andrea dilepas, andrea sangat senang karena sekarang kakinya sudah baik-baik saja.
“bagaimana kakimu?” tanya sean membuat andrea menggerak-gerakan kakinya.
“sudah tidak apa, oh iya sudah beli yang aku minta?” andrea balik bertanya pada sean membuat sean menganggukan kepalanya.
“sudah, nanti dave akan mengantarkan keruang kerjamu” jawab sean membuat andrea tersenyum ceria.
“terima kasih” ujar andrea mencium pipi sean.
“sama-sama sweety” jawab sean ikut tersenyum senang.
“dimana lyin?” tanya andrea
“kekampus diantar dave, nanti pulangnya dave membawa pesananmu” jawab sean
Andrea menganggukan kepalanya mengerti, gadis itu kapan ia akan memberi tahu dave tentang perasaannya yang sebenarnya.
“kenapa?” tanya sean membuat andrea menggelengkan kepalanya.
“tidak apa-apa, aku ingin makan tomat” jawab andrea
__ADS_1
“kau segera mendapatkannya sayang” ujar sean, saat sean ingin kedapur andrea mencegah sean.
“biar aku saja, kau bekerja saja” ujar andrea membuat sean menganggukan kepalanya, pekerjaannya belakangan ini semakin menumpuk saja.
“baiklah, kalau ada apa-apa panggil saja aku”
“baik lah”
Setelah sean pergi barulah andrea pergi kedapur, ia mengambil tomat dan memotongnya kecil-kecil.
Andrea sangat menyukai tomat sebagai cemilan.
Andrea masuk kedalam ruang kerjanya yang berada satu ruangan dengan sean hanya ada sedikit pembatas saja. Andrea membawa tomat cemilannya dan juga kopi untuk sean.
Selagi menunggu peralatannya sampai andrea memakan cemilan tomatnya sambil membaca majalah.
“dave belum datang?” tanya andrea mengakat kepalanya sehingga bisa melihat sean.
“sebentar lagi sayang, nanti kalau dia datang dia langsung kemari” jawab sean membuat andrea kembali duduk dikursinya.
Andrea menghela nafas ketika melihat cemilan tomatnya sudah habis, andrea mengambil piring kosongnya dan berjalan keluar menuju dapur. Andrea bahkan melewati sean begitu saja.
“kau datang” ujar andrea ketika keluar dapur ia berpas-pasan dengan dave.
__ADS_1
“ini pesananmu” ujar dave memberikan sebuah kardus ukuran sedang pada andrea.
“bawa keatas, kau tidak lihat aku sedang memegang apa” ujar andrea cemebrut dan berjalan melewati dave begitu saja.
Dave tidak punya waktu untuk berdebat ia mengikuti andrea dari belakang,
“terima kasih dave” ujar andrea ketika dave sudah meletakan pesanannya diatas meja kerajanya.
“iya sama-sama” jawab dave dengan senyum yang dibuat-buat membuat andrea tersenyum sambil geleng-geleng.
Andrea membuka paketnya, senyum diwajahnya mereka karena yang dibelikan oleh dave sesuai dengan keinginannya.
Andrea mulai menngeluarkan benang-benang dan bahan dasar dari dalam kardus, yap hari ini andrea akan membuat gaun untuk lyin. Sebenarnya andrea akan membuatnya setelah sketsa nya sudah jadi tapi kakinya cidera jadilah sekarang ia baru bisa membuat gaun untuk lyin.
Sean pria itu sesekali melihat pekerjaan andrea disela-sela pekerjaannya yang menumpuk.
Andrea sudah berada didunianya sehingga tidak menyadari sean yang sesekali datang padanya, andrea bahkan melupakan cemilan tomatnya karena ia sudah berada didunianya sekarang.
Sean, geleng-geleng kepala melihat andrea yang tidak menyadari keberadaannya. Sean tersenyum karena sekarang andrea sudah menemukan dunianya. Sean tersenyum pada andrea lalu kembali ke pekerjaannya.
Malam nanti ia harus mengirimkan presentasi pada orang tangan kanannya dikantor, semua memang perlu orang kepercayaan agar bisa melakukan pekerjaan dengan baik.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.
__ADS_1
To be continue,