
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Andrea membuka matanya dengan perlahan, kepalanya sudah tidak sepusing tadi. Seakan mengingat sesuatu Andrea langsung mengamati kekitarnya. Bukan kamarnya dan Andrea sangat mengenali kamar ini. Andrea memegang perutnya karena ada tangan kekar yang memeluk perutnya dari belakang. Dengan perlahan Andrea membalik badannya dan melihat siapa yang memeluknya, Sean. Andrea tidak percaya sekarang ia sudah dimansion Sean karena sudah mengelilingi hutan hampir 2 jam-an. Tangan Andrea menggapai wajah Sean, wajah yang dirindukannya.
Setelah puas memegang wajah Sean, Andrea memangis segugukan membuat Sean yang sudah terbangun lebih dulu dan hanya memejamkan mata saat Andrea membalik badannya, Sean membuka matanya dan melihat wanita nya yang menangis segugukan.
“sayang, kenapa menangis em?” tanya Sean menarik Andrea kedalam pelukannya, tangis Andrea semakin kencang membuat Sean melepaskan pelukannya dan menangkup wajah wanitanya.
“sayang kau kenapa em? Maafkan aku karena terlambat menemuimu, Sekarang kau sudah aman” ujar Sean membuat tangis Andrea berhenti sebentar lalu kembali menangis lagi.
Sean tidak berbicara apa-apa ia membawa Andrea kedalam pelukannya lagi dan menenangkan Andrea tanpa suara.
Kurang lebih 10 menit Sean menunggu Andrea untuk berhenti menangis, Andrea berhenti menangis dengan sendirinya. Ia menghapus air matanya dan menatap Sean.
__ADS_1
Sean menghapus sisa-sisa air mata Andrea lalu tersenyum cerah pada wanitanya, Andrea akan menangis lagi dengan cepat Sean membawanya kedalam pelukannya.
“aku mencintai mu sangat banyak!” ujar Andrea didalam pelukan Sean, itulah kalimat yang seharusnya Andrea katakan tempo hari.
“apa sayang?” tanya Sean ingin mendengar Andrea mengatakannya lagi, karena Sean hanya mengira ia salah mendengar.
“aku mencintaimu sangat banyak! Itulah yang ingin aku katakan kemarin!” teriak Andrea membuat senyum Sean terbit begitu indah.
Sean senang mendengar langsung dari Andrea jika Andrea juga mencintainya apalagi wanitanya mengatakan mencintainya sangat banyak. Manis sekali.
“coba katakan lagi sayang, aku tidak dengar” ujar Sean mengangkat wajah Andrea hingga mereka saling berhadapan. Andrea menunduk malu, sedangkan sean hanya tersenyum ia sengaja menggoda wanitanya.
Andrea memberanikan diri menatap Sean sekarang wajahnya sudah memerah merona karena ia sangat malu sekarang.
“AKU MENCINTAIMU SANGAT BANYAK SEAN!” teriak Andrea kencang lalu memeluk Sean erat menutupi wajahnya yang semakin memerah.
__ADS_1
“hahaha” Sean tertawa lucu karena tingkah wanitanya, tangan Andrea mencubit perut Sean karena telah menertawakannya.
“rasakan!” ujar Andrea membuat Sean semakin tertawa, Sean tidak merasakan sakit hanya saja ia tahu tangan Andrea berada dipinggangnya.
“auh sakit sayang, haha”
Andrea menatap cemberut Sean, Sean yang melihat itu jadi gemas sendiri. Sean mengecup berkali-kali bibir wanitanya. Andrea tertawa karena mendapatkan kecupan bertubi-tubi dari Sean.
Andrea terdiam lalu mencium pria yang selama ini ia rindukan, iya Andrea sangat merindukan bibir manis ini. Sean tersenyum dalam ciuman mereka, tangan Sean memegang leher Andrea dan memperdalam ciuman mereka. Ciuman kerinduan meluap-luap seperti api yang membara, mereka terlarut dalam buaian kerinduan satu sama lain.
Setelah melepas kerinduan Sean mencium kening Andrea lalu memeluk Andrea sangat erat, Andrea membalas pelukan Sean.
Kriukkkk....kriukk...
Andrea mengangkat kepalanya lalu menyengir kuda pada Sean,
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,