Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 20


__ADS_3

Bab 20


Andrea membuka matanya dengan malas ketika matahari yang masuk melalui cela-cela jendela menyilaukan matanya.


Dengan malas andrea bangun dari tidurnya, dan andrea tidak menemukan sean ditempat tidur. Andrea mengangkat kedua bahunya, sudah bangun ternyata.


Andrea melihat jam disampingnya, masih pukul 6.30 pagi dan andrea sudah bangun. Ini adalah rekor, karena andrea jarang sekali bangun jam 6.30, biasanya andrea bangun paling cepat pukul 10 pagi. Selain karena andrea bekerja dengan santai andrea juga sibuk tapi jam segitulah andrea bangun. Dikediaman sean ini andrea kadangg merasa aneh pada dirinya karena ia selalu bangun lebih cepat dari biasanya kalau ayahnya tahu pasti ia akan diejek sekarang.


Satu lagi, andrea juga mandi pagi. Andrea biasanya juga tidak mandi pagi. Pukul 10 saja kalau ia merasa air dan badannya tidak bersahabat andrea tidak akan mandi. tapi, dikediaman sean pagi begini ia sudah mandi dan air sellau bersahabat dengannya.


Setelah mandi dan berpakaian rapi andrea turun menuju ruang kerja mencari sean, karena tadi andrea menduga sean berada dikamar mandi tapi pria itu tidak ada. Kalau bukan diruang kerja pasti diruang latihan.


Sean tidak ada ditempat kerjanya, hal itu membuat andrea menutup ruang kerja sean lalu mencarinya keruang latihan,


“oh, kau. Dimana dia” tanya andrea ketika hanya melihat dave yang sedang duduk beristirahat sambil minum.


“bos?”


“hm, siapa lagi” jawab andrea setengah kesal.


“pergi”


“kemana?” tanya andrea melirik sekitarnya

__ADS_1


“urusan bisnis, bos berhasil menang tender besar kemarin” jawab dave berdiri mengambil handuk lalu mengelapkannya kekepalanya yang basah.


“pekerjaan yang mana? Ah, maksudku sean kan punya dua pekerjaan”


“sebagai Sean Martadinata yang artinya berhubungan dengan M Grup” jawab dave membuat andrea mengangguk-anggukan kepalanya.


“baiklah kalau begitu aku permisi” pamit andrea menutup pintu ruang latihan. Seperginya andrea, dave menggarut telinganya yang tidak gatal. Perasaannya saja atau apa yang jelas sepertinya andrea sudah semakin dekat dengan bossnya.


Andrea tersenyum ketika mendengar bahwa sean menang tender besar, andrea tahu tidak mudah mendapatkan tender besar dan sean mampu melakukan itu dengan 2 pekerjaan yang ia miliki. Andrea kembali berpikir yang andrea tahu sean sepertinya hanya fokus pada pekerjaannya yang disinii dan mengabaikan pekerjaan sebagai CEO M Grup, tapi pikiran itu hanya mampir sejenak karena andrea mempunyai pikiran lagi, bahwa sean adalah pria yang bertanggung jawab yang tidak mengabaikan pekerjaannya sama sekali.


“kak dhea” panggil lyin membuat andrea mencari asal suara.


“sini, ayo kita sarapan sekarang” ujar andrea mengajak lyin keruang makan bersama, dengan senang hati lyin menghampiri andrea.


“hm, pagi juga” jawab andrea membuat lyin terkekeh.


Lyin duduk disebelah andrea, tak lama kemudian rachel dan juga dave datang bersama mereka untuk bergabung sarapan.


“oh iya kak dave” panggil lyin membuat dave langsung mengangkat kepalanya menatap lyin juga.


“kenapa?”


“lyin berangkat kampus sendiri saja”

__ADS_1


“kenapa? Kau takut pacarmu marah? Uu, adik kakak sudah besar ternyata”


“bukan, lyin tidak punya pacar”


“masa??”


“iya kak”


“lalu kenapa?”


“teman-teman lyin orangnya biasa saja, ah bagaimana menjelaskannya. Mereka tidak seperti kita, ah bukan juga pokoknya begitu”


“biar kakak antar, memangnya kau mau naik apa kekampus? Taksi? Bus? Mana bisa masuk mereka”


“bagaimana ya, lyin.....”


“kakak antar pakai motor”


Lyin menatap dave dengan mata berbinar, lalu menatap andrea yang tersenyum dan menganggukan kepalanya.


“bagaimana?” tanya sean lagi membuat lyin langsung menganggukan kepalanya.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2