Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 69


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAINđŸ”„ MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


“aku tanya sayang, sudah puas melihat wajah tampanku?” tanya Sean lagi, Andrea masih diam dan tangan nya mematung didepan wajah Sean.


“ini mimpi?” tanya Andrea pada dirinya sendiri membuat Sean tersenyum dengan tingkah menggemaskan Andrea.


“iya ini mimpi” jawab Sean menahan senyumnya, Andrea kembali menyentuh wajah Sean.


“tapi kenapa terasa sangat nyata?”


“karena ini bukan mimpi sayang” ujar Sean mencubit pipi Andrea gemas, Andrea merasakan pipinya sakit.


“bukan mimpi?” tanya Andrea memastikan lagi bahwa Sean didepannya sekarang adalah nyata.


“iya sayang”


“ini mimpi” ujar Andrea kembali memejamkan kedua matanya, didalam hati Andrea tersenyum karena ini tidak mimpi. Andrea mengelus perut datarnya.


‘sayang, sekarang kita sedang bersama ayahmu” ujar Andrea didalam hati.


Andrea rela tidur lama-lama jika sekarang ia berada dipelukan Sean. Andrea merindukan pelukan ini, jadi Andrea tidak akan melepaskan pelukannya.


Andrea juga rela terus-menerus sakit jika ia terus mendapat perhatian dari Sean.

__ADS_1


Sean mengerat kan pelukannya membuat Dave yang masih disana seperti menjadi obat nyamuk saja. Mana tidak ada perintah dari Sean kemana dan ia harus melakukan apa.


Karena Dave merasakan perutnya lapar, Dave memutuskan untuk pergi kedapur mencari makanan yang bisa ia makan dari pada menjadi obat nyamuk dari bos nya.


Dave tidak bisa menemukan apapun, dia hanya menemukan mie instan dan roti tawar saja. Tak mau berpikir terlalu lama Dave segera memasak mie instan.


Dave memakan mie instannya dengan lahap, mie instan lebih nikmat kalau sedang lapar begini.


Andrea bangun dari tidurnya dan ia masih menemukan Sean didepannya yang sudah memandanginya entah sejak kapan.


Andrea menunduk malu karena perutnya tiba-tiba berbunyi, perutnya sama sekali tidak bisa diajak kompromi disaat sedang seperti ini. Sean tersenyum mengetahui Andrea sedang malu sekarang. Sean bangkit dari tidurnya dan Andrea menahanya.


“mau kemana?” tanya Andrea membuat Sean langsung menatap Andrea


“aku tidak akan kemana-mana sayang, aku janji” ujar Sean membuat Andrea langsung menganggukan kepalanya.


Sean tersenyum pada Andrea lalu pergi menuju dapur memasak untuk Andrea. Sesampainya didapur Sean mendapati Dave yang sedang memakan mie instan.


“mau masak bos? Tidak ada bahan” ujar Dave lalu meletakan panci bekas memasaknya.


Sean mengeluarkan kartu dari dalam dompetnya dan memberikan nya pada Dave.


“beli bahan untuk membuat bubur” perintah Sean membuat Dave langsung pergi untuk membelikan apa yang Sean butuuhkan.


Hanya menunggu 10 menit Sean sudah mendapatkan bahan untuk membuat bubur. Dan batuh waktu 10 menit juga bagi Sean untuk membuat bubur untuk Andrea.

__ADS_1


Setelah memasak bubur Sean masuk kedalam kamar Andrea, Sean membantu Andrea duduk dan bersandar.


“buka mulutnya sayang” ujar Sean mulai menyuapi Andrea dengan telaten.


Drt...drt...


Crystal is callin....


Andrea melihat siapa yang menelpon Sean, tiba-tiba saja Andrea jadi tidak nafsu makan.


“kau sudah pulang?”


“belum aku masih di Roma” jawab Sean membuat senyum Andrea terbit.


“kapan kau pulang, sayang?”


“besok mungkin”


“baik lah sayang, aku tunggu ya. Bye. Aku mencintaimu”


“bye, aku juga”


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2