
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAINđ„ MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREAđ GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING đ
âaku tanya sayang, sudah puas melihat wajah tampanku?â tanya Sean lagi, Andrea masih diam dan tangan nya mematung didepan wajah Sean.
âini mimpi?â tanya Andrea pada dirinya sendiri membuat Sean tersenyum dengan tingkah menggemaskan Andrea.
âiya ini mimpiâ jawab Sean menahan senyumnya, Andrea kembali menyentuh wajah Sean.
âtapi kenapa terasa sangat nyata?â
âkarena ini bukan mimpi sayangâ ujar Sean mencubit pipi Andrea gemas, Andrea merasakan pipinya sakit.
âbukan mimpi?â tanya Andrea memastikan lagi bahwa Sean didepannya sekarang adalah nyata.
âiya sayangâ
âini mimpiâ ujar Andrea kembali memejamkan kedua matanya, didalam hati Andrea tersenyum karena ini tidak mimpi. Andrea mengelus perut datarnya.
âsayang, sekarang kita sedang bersama ayahmuâ ujar Andrea didalam hati.
Andrea rela tidur lama-lama jika sekarang ia berada dipelukan Sean. Andrea merindukan pelukan ini, jadi Andrea tidak akan melepaskan pelukannya.
Andrea juga rela terus-menerus sakit jika ia terus mendapat perhatian dari Sean.
__ADS_1
Sean mengerat kan pelukannya membuat Dave yang masih disana seperti menjadi obat nyamuk saja. Mana tidak ada perintah dari Sean kemana dan ia harus melakukan apa.
Karena Dave merasakan perutnya lapar, Dave memutuskan untuk pergi kedapur mencari makanan yang bisa ia makan dari pada menjadi obat nyamuk dari bos nya.
Dave tidak bisa menemukan apapun, dia hanya menemukan mie instan dan roti tawar saja. Tak mau berpikir terlalu lama Dave segera memasak mie instan.
Dave memakan mie instannya dengan lahap, mie instan lebih nikmat kalau sedang lapar begini.
Andrea bangun dari tidurnya dan ia masih menemukan Sean didepannya yang sudah memandanginya entah sejak kapan.
Andrea menunduk malu karena perutnya tiba-tiba berbunyi, perutnya sama sekali tidak bisa diajak kompromi disaat sedang seperti ini. Sean tersenyum mengetahui Andrea sedang malu sekarang. Sean bangkit dari tidurnya dan Andrea menahanya.
âmau kemana?â tanya Andrea membuat Sean langsung menatap Andrea
âaku tidak akan kemana-mana sayang, aku janjiâ ujar Sean membuat Andrea langsung menganggukan kepalanya.
Sean tersenyum pada Andrea lalu pergi menuju dapur memasak untuk Andrea. Sesampainya didapur Sean mendapati Dave yang sedang memakan mie instan.
âmau masak bos? Tidak ada bahanâ ujar Dave lalu meletakan panci bekas memasaknya.
Sean mengeluarkan kartu dari dalam dompetnya dan memberikan nya pada Dave.
âbeli bahan untuk membuat buburâ perintah Sean membuat Dave langsung pergi untuk membelikan apa yang Sean butuuhkan.
Hanya menunggu 10 menit Sean sudah mendapatkan bahan untuk membuat bubur. Dan batuh waktu 10 menit juga bagi Sean untuk membuat bubur untuk Andrea.
__ADS_1
Setelah memasak bubur Sean masuk kedalam kamar Andrea, Sean membantu Andrea duduk dan bersandar.
âbuka mulutnya sayangâ ujar Sean mulai menyuapi Andrea dengan telaten.
Drt...drt...
Crystal is callin....
Andrea melihat siapa yang menelpon Sean, tiba-tiba saja Andrea jadi tidak nafsu makan.
âkau sudah pulang?â
âbelum aku masih di Romaâ jawab Sean membuat senyum Andrea terbit.
âkapan kau pulang, sayang?â
âbesok mungkinâ
âbaik lah sayang, aku tunggu ya. Bye. Aku mencintaimuâ
âbye, aku jugaâ
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1