
Bab 41
Andrea sudah beberapa kali membuka matanya karena tidak bisa tidur, andrea bolak balik mencari posisi tidur yang nyaman dan bisa membuatnya tidur dengan cepat.
Andrea bangun dari posisi tidurnya, andrea menyerah. Andrea berjalan menuju balkon dan menatap langit gelap tanpa satu pun bintang yang menemaninya.
Andrea pergi kedapur untukk membuat teh hijau, andrea tidak lupa memakai cardigannya dan kembali pergi kebalkon memandang langit gelap yang menurut andrea sangat menarik untuk dilihat.
Andrea menghirup udara malam sambil menikmati teh hijaunya, lama matanya memandang langit hitam. Andrea mengeratkan cardigannya karena angin malam semakin dingin.
Andrea menghabiskan teh hijaunya lalu kembali naik keatas ranjang, walaupun andrea tidak merasakan kantuk ia tetap memejamkan matanya mencoba untuk tidur.
Tidak jauh dari jendela kamar andrea, seseorang mengamati andrea tanpa berkedip sama sekali. Pria itu sangat-sangat merindukan andrea. sangat merindukan hingga dadanya terasa sangat sesak.
__ADS_1
Paginya andrea bagun lebih cepat dari seperti biasanya, karena semalaman ia tidak bisa tidur. Andrea hanya tidur 1 jam. Pagi ini andrea merasa badannya kurang sehat, kepala nya terasa pusing serta perutnya terasa tidak enak sekarang.
Semalam disela tidur nyenyak andrea, andrea bermimpi sean. Pria itu nampak kurusan didalam mimpi andrea, didalam mimpinya andrea juga melihat sean menekuk lututnya dan membenamkan wajahnya disana. Andrea tidak menghampiri sean, ia hanya melihat dari kejauhan. Ingin mendekat tapi ada wanita yang mendekati sean lebih dulu dari pada dirinya. Dan tanpa sadar air mata andrea menetes, sean menatap andrea mata mereka saling bertemu namun detik selanjutnya andrea memalingkan pandangan mereka.
‘dia sudah ada wanita baru, lupakan dia’.
Andrea membuka matanya dan segera mandi dan bersiap pergi kebutik, ia harus bekerja sekarang karena banyak pesanan disein pakaian yang harus ia selesaikan. Andrea juga punya janji temu dengan klien barunya yang baru saja datang dari luar negri.
“pagi mam, pa, lex” sapa andrea sambil membenarkan letak kemejanya yang sedikit keluar dari celana jinsnya.
“nanti saja dibutik pa, dhea berangkat” pamit andrea keluar dari rumah dan menjalankan mobilnya menuju butik.
Andrea sampai dibutik dan suasana butik masih sepi, pegawai butik belum ada yang datang. Ini adalah rekor bagi andrea karena untuk pertama kalinya andrea datang lebih awal dari pada yang lainnya. Andrea bahkan datang sebelum toko-toko disekitar butik buka.
__ADS_1
Andrea meletakan tas nya diatas meja dan mengambil sketsa yang kemarin ia gambar. Andrea mulai bekerja tanpa sarapan, entah kenapa andrea tidak mood untuk memasukan makanan ataupun minuman kedalam mulutnya.
Andrea menghentikan gerakan pensilnya karena ia mengingat mimpinya malam tadi, andrea menggelengkan kepalanya lalu kembali mencoba fokus pada pekerjaannya.
Andrea meletakan sketsanya diatas meja lalu pergi keluar untuk mencari udara segar, butik sudah ramai banyak pungjung yang datang. Andrea membuka pintu keluar dan menghirup udara banyak-banyak, andrea menghela nafas panjang lalu kembali masuk dan kembali bekerja.
Lagi-lagi tanpa andrea sadari sean mengamati andrea dari jauh dengan tatapan merindukan.
‘apa yang mengganggu mu sayang?’ guman sean kembali duduk dan menyesap kopinya
.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,