Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 16


__ADS_3

Bab 16


Seperti yang disepakati kemarin, hari ini sean dan andrea sedang menyiapkan peralatan berburu mereka. Lyin yang kebetulan lewat didepan kamar sean dan andrea melihat kedalam kamar sean.


“mau kemana?” tanya lyin tapi dicuekin oleh sean, lyin tidak masalah dengan itu karena kakaknya selalu saja mengabaikannya.


“mau kemana kak?” tanya lyin pada andrea yang tengah memasang sepatunya,


“berburu” jawab andrea menerbitkan senyumnya membuat lyin menganggukan kepalanya.


“boleh aku ikut kak?” tanya lyin yang langsung dijawab cepat oleh sean,


“tidak boleh!”


Lyin menatap tidak suka pada sean lalu tersenyum pada andrea,


“aku meminta persetujuan dengan kak dhea, bukan padamu” jawab lyin kesal pada sean.


“siapa pemilik rumah?” tanya sean


“oh ayo lah” rengek lyin seperti anak kecil


“jawab saja”

__ADS_1


“rumah kak sean” jawab lyin malas


“peraturan!”


“perintah kak sean adalah titah yang tidak boleh dilanggar jika dilanggar mendapat hukuman berat, dua kak sean selalu benar, tiga jika kak sean salah dan perintahnya dilanggar kembali keperaturan no 1 dan 2” jawab lyin pelan membuat andrea mengerutkan kening, masih ada peraturan seperti itu dijaman sekarang.


“biarkan saja lyin ikut, aku tidak masalah bukankah memiliki lebih banyak orang lebih seru dalam berburu” ujar andrea menengahi kakak beradik yang tengah berdebat.


Lyin menatap andrea dengan berbinar karena telah membiarkannya ikut berburu lalu matanya tidak sengaja bertemu dengan sean dan sean melototi tajam dirinya. Lagi-lagi lyin menghela nafas berat dan memayunkan bibirnya.


“aku tidak mau ikut” ujarnya pelan ketika melihat sean.


“kenapa? Ikut saja” tanya andrea membuat lyin menggelengkan kepalanya.


“ada apa dengan lyin?” tanya andrea pada sean dan dijawab gelengan kepala oleh sean.


“tidak tahu” jawabnya


Sean mengajak andrea ketika mereka sudah memakai sepatu ketempat parkiran,


Andrea masuk kedalam mobil, ia bertanya-tanya kenapa tidak berburu disekitar mansion saja bukankah masion berada ditengah-tengah hutan?


“hewan disekitar masion dipelihara jadi kita tidak bisa berburu disekitar masion” ujar sean membuat andrea langsung menoleh kearah sean, lagi-lagi sean bisa membaca pikirannya.

__ADS_1


“siapa yang memelihara? Kau? Ais tidak mungkin kan?” tanya andrea menggeleng-gelengkan kepalanya


“tentu saja aku, memang nya siapa lagi” jawab sean memuncungkan bibirnya lucu.


“ya kan bisa saja lyin atau yang lainnya” ujar andrea


“lyin mana mau memelihara mereka, yang ada mereka ditembak lalu dipanggang oleh lyin” jawan sean sambil tersenyum.


Andrea mengangguk sambil menatap sean yang sedang tersenyum karena menceritakan tentang lyin, walaupun sean kesannya ngeledek atau mengatai lyin tapi andrea dapat menyimpulkan dengan pasti kalau sean sangat menyanyangi lyin, sudah sangat jelas andrea dapat melihat senyum sean. Dan tanpa sadar andrea ikut tersenyum karena mengetahui itu.


“kenapa tersenyum?” tanya sean membuat andrea langsung menghilangkan senyum dari bibirnya.


“aku lega ternyata kau masih punya hati” ujar andrea membuat sean langsung menoleh kearah andrea meminta penjelasan darinya.


“yah dari yang aku lihat kau begitu menyanyangi adikmu lyin,” ujar andrea menjelaskan


“dia peri kecilkuu bagaimana bisa aku tidak menyanyanginya” jawabb sean tersenyum lembut kearah andrea, membuat andrea sedikit tersentuh karena jawaban sean.


Sean memberhentikan mobilnya ditepi dan turun mengambil peralatan berburu mereka, andrea mengikuti sean.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2