Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 73


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


Andrea membenci dirinya sendiri karena tidak bisa mengatakan jika dirinya sangat mencintai Sean, bukannya menjawab Sean, Andrea malah terdiam kaku seperti orang bodoh.


Andrea menangis sekencang-kencang setelah seperginya Sean, Andrea menyesali dirinya sendiri. Andrea menangis hingga ia tertidur sendiri karena kelelahan.


Pagi-pagi sekali Alex membawakan makanan buatan mami nya untuk kakaknya, Alex menggerutu kesal karena paginya dihari libur dibangunkan oleh Sandra, maminya.


Alex langsung meletakan makanan yang yang sudah dimakas Sandra kedalam kulkas, Alex mengamati sekitarnya dan tidak menemukan kakaknya.


‘masih tidur?’ guman Alex pada dirinya sendiri.


Alex menghela nafas lega karena sudah menyelesaikan misinya dari maminya, Alex duduk sebentar lalu masuk kedalam kamar kakaknya.


“kak, masih tidur?” tanya Alex membuka pintu kamar Andrea. Tidak ada sahutan Alex menghampiri Andrea yang tidur membelakanginya.

__ADS_1


“kak, kata mami besok kakak harus makan malam dirumah. Kak Bryan dan Istrinya juga pulang, kata mami aktifkan ponsel kakak agar bisa dihubungi” ujar Alex menyampaikan pesan dari maminya. Karena tidak ada sahutan Alex membalik badan Andrea.


“kak Dhea!” pekik Alex kaget ketika melihat Andrea berkeringat sangat banyak, Alex menyentuh kening Andrea.


‘panas, kak Dhea demam’ batin Alex langsung mengambil kompesan didapur.


Dengan telaten Alex mengompes Andrea, Alex bahkan belum menghubungi keluarganya bahwa Andrea sedang sakit sekarang. Alex kedapur mengambil makanan yang tadi baru ia masukan kedalam kulkas. Alex juga mengambil obat untuk demam dikotak obat.


Alex membangun kan Andrea untuk makan lalu minum obat.


“kak, bangun. Sarapan dan minum obat” ujar Alex pelan membuat Andrea membuka matanya.


“makan kak” ujar Alex menyuapkan sarapan pada Andrea. Andrea menggelengkan kepalanya.


“kak, kakak harus makan!” ujar Alex sedikit keras membuat Andrea menangis.


“kak jangan menangis dong,” bujuk Alex yang gelagapan melihat Andrea yang menangis kencang didepannya sekarang. Alex langsung memeluk kakaknya menenangkan Andrea agar tidak menangis lagi.

__ADS_1


Seakan teringat sesuatu Andrea langsung melepaskan pelukan adiknya, dan berdiri dari ranjang..


“mau kemana kak?” tanya Alex ketika kakaknya mengambil kunci mobilnya. Andrea tidak menjawab ia memakai sendal rumahannya dan pergi meninggalkan Alex.


Alex tentu saja mengikuti Andrea, namun Alex kehilangan Andrea. Andrea lebih dulu masuk lift sehingga membuat Alex terpaksa melewati tangga darurat.


Alex mengacak rambutnya dengan frustasi karena mobil Andrea baru saja melewatinya dengan kecepatan yang kencang.


“wanita itu, astaga” ujar Alex langsung memakai helm nya dan mengejar Andrea dari belakang. Alex juga mengabaikan ponselnya yang terus berdering, Alex yakin yang menelponya saat ini adalah ibunya.


‘mau kemana sih kak?’ tanya Alex pada dirinya sendiri karena mobil Andrea belum menunjukan tanda-tanda berhenti.


Alex menabrak mobil didepannya yang mengerem mendadak hingga motor Alex terjatuh, Alex cepat bangun dan bersiap mengendari motornya tapi ia kehilangan jejak kakaknya. Alex mengetuk pintu mobil yang tadi mengerem mendadak dan tidak kunjung keluar dari mobilnya.


“akhh, membuat kesal saja” teriak Alex lalu melajukan motor nya kemana saja, mencari jejak kakaknya lagi. Alex harus segera menemukan kakaknya.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2