
Bab 31a
“kenapa aku diikat? Aku sudah memilih pilihan 3, aku seharusnya bebas dari sini” ujar loius memberontak.
“tenang saja, kau akan bebas setelah ini” ujar sean sambil memilah pisau yang tersedia diatas meja. Pilihan sean jatuh pada pisau yang sedikit tumpul, sean mendekati louis membuat badan loius langsung bergetar hebat karena takut.
“m-mau apa kau?” tanya louis dengan nada bergetar.
“tentu saja membebaskanmu” ujar sean tersenyum devil membuat loius merinding seketika.
“jjj-jangan mendekat!” ujar loius tidak membuat langkah sean berhenti.
Sean berjongkok dihadapan louis dan membuka paksa kemeja yang sudah tidak layak dipakai milik loius.
Dengan perlahan sean menjalankan pisaunya dari dada hingga perut loius, gerakan sean memang perlahan tapi sean sedikit menekan pisaunya sehingga darah segar keluar dari kulit loius.
“katamu kau akan membebaskanmu” ujar loius berusaha membuka mulut nya dan menahan sakit.
__ADS_1
“kau benar, membebaskanmu dalam artian membawamu keneraka” ujar sean dengan senyum devilnya membuat loius memberontak hingga kursi yang ia duduki terjungkang kebelakang.
Sean menggeram sambil menggelengkan kepalanya, sean memberi kode pada dave untuk membenarkan kembali posisi loius.
“jangan memberontak, sakitnya akan semakin jelas nanti” ujar sean
“IBLIS ********, LEPASKAN AKU!” ujar loius berteriak tepat dihadapan sean.
“kau berisik sekali, dave potong lidahnya” perintah sean yang langsung dilaksanakan oleh dave dengan senang hati.
Dave mengambil gunting dan berjalan dengan perlahan kearah louis,
“auh, aku takut sekali padamu” ujarnya mengejek loius, tanpa banyak berkata-kata dave langsung menggunting lidah loius sehingga banyak darah yang keluar dari mulut loius. Loius berteriak kesakitan tanpa suara.
“tugas terlaksanakan boss” ujar dave membuat sean kembali bejongkok dihadapan loius.
Dengan pisau yang dipegang sean, sean membela perut loius sehingga teriakan loius terdengar, walaupun teriakannya tidak keras dan hampir tidak terdengar. Sean sangat puas karena loius sangat menderita sekarang.
__ADS_1
Sean sudah membuka perut loius dan louis masih bernafas, sean berdiri dan mengambil pistolnya.
“karena kau tidak bisa berteriak, permainan jadi tidak seru” ujar sean mengambil pistolnya dan mengarahkan pistolnya tepat dikepala loius. Louis geleng-geleng kepala tidak ingin sean menembaknya.
“semakin kau tidak mau mati, semakin ingin aku membunuhmu” ujar sean menekan pelatuknya.
Dorrr
Satu tembakan lolos mengenai kepala loius sehingga detik itu juga nyawa loius melayang, sean sudah menepati janjinya karena pilihan yang sudah dipilih oleh louis. Tidak menjawab maka dia akan bebas, bebas dalam artian bebas untuk pergi ke neraka. Memilih tidak menjawab tapi bebas adalah pilihan paling cerdas karena sean tidak akan memberi ampun pada orang yang memilih jawaban ke 3 darinya walaupun orang itu mati dan sean tidak menemukan jawaban siapa yang telah mengacaukan bisnisnya pasti dapat ia temukan dengan sendirinya. Tidak ada penyesalan dalam hidup sean. Darah dan kematian adalah ada ditangannya.
“kalian bereskan semua kekacauan disini” perintah sean mengelap tangannya dengan handuk basah yang telah tersedia.
Brakkk
“siapa disana?” tanya dave ketika mendengar suara benda jatuh didekat pintu masuk. saat dave ingin menghampiri sumber suara sean menghentikannya.
“biar aku saja”
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,