
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Sean sudah berada didepan rumah Andrea bersama Dave tentu saja, Sean merapikan lagi tata rambutnya sebelum keluar dari dalam mobil. Dave hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah bosnya yang seperti sedang mengalami cinta monyet saja.
Sean baru saja turun dari mobil tapi mobil yang sangat dkenal Sean berhenti didepannya, ayahnya datang.
Mr.. Martadinata keluar dari mobilnya diikuti oleh istrinya membuat Sean mengerutkan keningnya,
“aku kira ayah tidak datang” ujar Sean ketika Mr. Martadinta berada disampingnya sekarang.
“tidak boleh?” tanya Ayahnya membuat Sean langsung menggelengkan kepala nya lalu menatap Amel ibu dari adiknya.
“aku tentu saja mengikuti suamiku” ujarnya karena Sean menatap nya dengan tatapan tajam.
Sean hanya mengangkat kedua bahunya lalu memencet bel rumah Andrea.
Andrea dan keluarga nya sedang menonton diruang keluarga langsung menoleh kearah pintu,
“buka pintu dek” ujar Sandra membuat Alex dengan malas bangun dari duduknya lalu membuka pintu.
“kak Sean!” teriak Alex tidak percaya karena Sean datang kerumahnya, Alex melihat pria dan wanita yang kira-kira seusia orang tuanya. Ada apa gerangan
“semua ada dirumah?” tanya Sean membuat Alex langsung menganggukan kepalanya.
“kak Dhea! Ada kak Sean!” teriak Alex dan mempersilahkan tamunya untuk masuk kedalam.
Andrea langsung berlari kekamar nya dan mengganti kaos oblong yang sudah kendor dan mengganti sweetspant nya dengan celana panjang. Andrea merapikan rambutnya dan memakai sedikit lipstik dibibirnya. Andrea sudah mewanti-wanti kedatangan Sean yang akan melamarnya tapi Andrea tidak tahu jika itu akan terjadi hari ini. Andrea mengembangkan senyumnya lalu pergi kebawah menemui calon suaminya.
__ADS_1
“kak, sini duduk” ujar Sandra membuat Andrea duduk disebalah maminya.
“hai” sapa Andrea melambaikan tangan nya pada Sean.
“hallo sayang” jawab Sean sambil tersenyum membuat Sandra dan Vino mengerutkan kedua kening mereka.
“kalian saling kenal kak?” tanya Sandra membuat Andrea langsung menganggukan kepalanya.
Vino tertawa renyah membuat Andrea menoleh pada ayahnya.
“ternyata mereka sudah saling mengenal rupanya, jadi semua keputusan ada ditangan Dhea, mau atau tidak....”
“mau pi!” jawab Andrea memotong pembicaraan ayahnya membuat nya mendapat pelototan tajam dari Sandra.
“papi belum selesai bicara kak”
“lanjutkan pi, hehe”
“tentu saja, hari ini adalah hari yang Dhea tunggu pi” jawab Andrea membuat Vino menggelengkan kepalanya karena ucapan frontal putrinya.
“sepertinya mereka benar-benar ingin cepat menikah, yang satu tidak sabaran yang satunya juga seperti itu” ujar Ayah Sean membuat Vino menganggunkan kepalanya.
“iya, sepertinya memang begitu. Jadi apa kalian sudah menentukan tanggal pernikahan?”
“lusa” jawab Sean membuat Vino dan ayah Sean hanya geleng-geleng kepala.
“baiklah karena semua sudah diputuskan, lusa adalah hari pernikahan kalian” ujar ayah Sean.
“kak, kau benar ingin menikah dengan dia?” tanya Alex pada Sean, Sean menganggukan kepalanya,
__ADS_1
“memangnya aku kenapa?” tanya Andrea menatap tajam pada Alex yang duduk disamping ayah mereka.
“ya begitu, susah untuk dijelaskan”
“begitu bagaimana? Jelaskan saja tidak usah berdrama” ujar Andrea kesal, Sandra menepuk paha Alex.
“senior, mari kita berbicara” ujar Vino membuat Mr. Martadinata menganggukan kepalanya.
“mari mengenang masa muda”
“Amel?”
“iya”
“mari bergosip ria”
“ayo”
Alex menatap orang tuanya yang mulai menjauh dengan berlawanan arah,
“Alex bagaimana? Masa iya Alex jadi obat nyamuk!” teriak Alex tidak terima duduk diantara kakak nya dan Sean.
Alex bangkit dari duduknya dan meninggalkan Andrea dan Sean,
“mau kemana?” tanya Andrea menggoda Alex
“kedepan, pasti didepan ada kak Dave”
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me
__ADS_1
To be continue,