Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 42a


__ADS_3

Bab 42a


“kau dari mana saja!” ujar dave setengah kesal pada sean, tapi sean sama sekali tidak mendengar kan dave ia berjalan melewati dave begitu saja.


Dave mengacak rambutnya frustasi lalu menghampiri sean dan membawanya keruang kesehatan. Sean tidak memberontak ia menurut saja pada dave yang menariknya,


Dave mendudukan sean dan mengambil kotak obat, dave bahkan merobek pakaian sean begitu saja membuatnya mendapat pelototan tajam dari sean.


“jangan salahkan aku boss, luka tembakan bisa infeksi jika tidak ditangani dengan cepat” ujar dave pada sean sambil menggelengkan kepalanya.


Sean melihat luka tembakannya dari cermin besar didepannya, sean bahkan tidak merasakan apa-apa pada lukanya. Sean memang ingat semalam ia kena tembak karena tiba-tiba saja trangsaksi mereka dikepung oleh polisi.


“aku tahu kau tidak bisa merasakan sakit bos, tapi tetap saja peluru dilengan mu ini harus dikerluarkan” ujar dave gemas sendiri pada bosnya ini.


Sean tidak menjawab ia hanya menatap dave dengan datar membuat dave hanya bisa mengehela nafas. Setelah mengeluarkan peluru dilengan atas sean, dave memberikan obat dan memperbannya.


“terima kasih kembali bos” sindir dave ketika sean berdiri begitu saja setelah ia mengobati sean.


“sama-sama” jawab sean cuek lalu berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Sean hanya numpang mandi dikamarnya dan bersiap untuk meeting dengan kliennya, jam 10 nanti ia ada meeting direstoran milinya.


“kerja bos?” tanya dave ketika sean keluar dari pintu rumah.


“menurutmu?”


“jalan-jalan bos” jawab dave asal lalu pergi meninggalkan sean.


Sean mengangkat kedua bahunya lalu pergi meninggalkan mension.


Sedangkan dikediaman andrea, semua anggota keluarga lesehan ditaman belakang sambil menikmati pisang goreng buatan sandra. Alex dan vino bermain catur sedangkan sandra mengikat rambut andrea yang tergerai.


“sebenarnya panas mam, Cuma dhea malas mengikatnya” jawab andrea sambil mencemot pisang gorengnya.


“alex tidak mau main dengan papi, papi curang” ujar alex ketika ia sudah 4 kali kalah dari sang ayah.


“mana ada papi curang, kau saja yang tidak bisa main” jawab vino tidak terima karena dikatakan curang oleh putranya.


“tau ah, pokoknya papi curang” ujar alex mengambil pisang gorengnya.

__ADS_1


“kau saja yang tidak bisa main” sahut andrea santai membuat alex menatapnya jengkel.


“coba kau yang main, kau akan merasakan kalau papi mainnya curang”


“siapa takut” ujar andrea mengambil alih tempat alex dan memasang posisi caturnya.


Yang dikatakan alex benar, papinya memang susah dikalahkan tapi bukan karena curang tapi karena papinya memang hebat dalam bermain catur beda dengan bermain basket. Andrea harus menggunakan otaknya dengan sebaik-baiknya untuk menang.


Walau memakan waktu yang lama dan andrea berhasil mengalahkan papinya, vino.


“see, kau yang tidak bisa main” ujar andrea mengejek alex, alex hanya cemberut mendengar ejekan dari andrea.


“baru menang sekali saja sudah sombong, tidak pernah dengar kalau kemenangan pertama itu hanya keberuntungan” ujar alex membuat sandra geleng-geleng kepalanya.


“keberuntungan atau apapun itu, yang penting aku menang dan tidak payah sepertimu”


“mengesalkan sekali” cibir alex sambil memasukan pisang goreng kedalam mulutnya.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2