
Bab 60a
Kantor pusat M group Hotel and Resort penuh dengan staff, pegawai, serta pekerja dari semua cabang termasuk pusat karena hari ini adalah hari penyambutan CEO. Selama ini para pegawai hanya bisa mendengar nama dari CEO mereka tidak pernah melihat dengan pasti seperti apa wujud CEO mereka.
Samuel, pria itu paling depan bersama direktur, manager lain untuk menyambut CEO mereka yang baru saja menampkan diri.
Mobil yang membawa Sean berhenti tepat didepan pintu gedung yang menjulang tinggi, Dave pertama kali turun dari mobil.
“sepertinya kau akan menjadi selebriti disini bos” ujar Dave tapi tidak ditanggapi oleh Sean, Sean mengambil amplok putih yang sudah ia siapkan 2 hari lalu. Sean memasukan amploknya didalam saku jasnya.
Banyak pegawai yang curi-curi pandang keluar karena Dave sangat tampan, mereka bahkan mengira dave adalah CEO mereka. Namun mereka salah, Dave turun lebih dulu karena membuka kan pintu untuk Sean. Semua terpana melihat Sean yang baru saja turun dari mobil, Sean melepaskan kacamata hitamnya lalu berjalan menuju gedung megah didepannya diikuti oleh Dave.
Semua pegawai menunduk hormat ketika Sean dan Dave masuk kedalam gedung, bahkan setelah itu mereka bertepuk tangan menyambut Sean yang dipimpin oleh Ayahnya Mr. Martadinata.
Semua senang menyambut kedatangan Sean namun tidak dengan Samuel, pria itu sangat terkejut melihat Sean. Samuel tidak mungkin salah lihat, pria itu adalah pria yang menghajarnya tepat diparkiran apartemennya, pria itu jugalah yang kemarin membuat lebam diwajahnya dan badannya. Pria itu juga yang membuat Andrea jauh darinya. Dunia ini sempit sekali, pikir Samuel tidak percaya.
__ADS_1
Samuel menundukan kepalanya, sepertinya ia tidak akan lama tinggal diperusahaan ini. Samuel mempunyai firasat buruk tentang kelanjutan pekerjaannya.
Seperti yangg dikatakan Dave sekarang Sean menjadi selebriti karena tampang dan kedudukannya diperusahaan.
Sean tidak banyak bicara ia mengenalkan dirinya secara resmi setelah itu ia masuk kedalam ruangannya diikuti oleh Sean.
Sean langsung duduk dikursi kebesarannya sedangkan Dave duduk disofa sambil melihat jadwal Sean kedepannya.
Tok..tok....
Sean tidak menjawab ia menganggukan kepalanya dan mempersilahkan Samuel untuk duduk. Dave hanya bisa geleng kepala karena tingkah Sean bossnya. Dave tidak perlu menebak kenapa Sean memanggil Samuel kemari.
Tanpa basa-basi Sean langsung memberikan amplok kepada Samuel, Samuel tidak kaget lagi dengan apa yang dilakukan Sean padanya.
“kau dipecat! Itu tunjanganmu” ujar Sean dengan suara datar.
__ADS_1
Samuel manganggukan kepalanya lalu berdiri mengambil amplok pemberian Sean.
“terima kasih pak”
“ah, satu lagi. Jangan pernah dekati wanita ku barang selangkah saja, tentu nya jika ingin hidupmu selamat dan kau bisa menjalani kehidupan biasa” ujar Sean membuat langkah Samuel terhenti, Samuel mengepalkan kedua tangannya tapi ia tidak bisa berbuat apapun. Kalian tentu tahu, berhadapan dengan orang yang berkuasa tidak akan menang dan Samuel sadar itu.
Samuel tidak menjawab Sean ia langsung keluar dari ruangan Sean,
“kau yakin dia akan menjauhi Andrea?” tanya dave membuat Sean mengangkat kedua bahunya.
“aku pikir dia pintar” jawab Sean duduk kembali kekursinya.
Sean tentu saja berpikir bahwa Samuel pintar, jika tidak habislah dia kehilangan segalanya hanya dalam sekejab.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,