
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAINđ„ MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREAđ GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING đ
Hari ini Sean sudah mulai bekerja, Andrea sudah seperti istri yang baik. Andrea bangun terlebih dahulu menyiapkan setelan kerja Sean, memasak? Tentu saja itu urusan kepala Yun, urusan Andrea ada didalam kamar, hehe.
Andrea kembali terkagum-kagum dengan ketampanan pria didepannya sekarang. Sungguh Tuhan menciptakan Sean dengan sempurna. Serbuk berlian memang berbeda, pikir Andrea mendekati Sean dan memasangkan dasi Sean.
Andrea memasangkan dasi Sean sehingga sekarang mereka saling berhadapan satu sama lain.
âbernafas sayangâ ujar Sean membuat Andrea langsung tertawa renyah, membuat Sean ikut tersenyum.
âaku lupa cara bernafas jika sedang berhadapan denganmuâ ujar Andrea sudah menggombal pagi-pagi. Sean tertawa, lagi-lagi Sean membuat Andrea lupa bagaimana cara bernafas yang benar.
âsayang, aku serius bernafasâ ujar Sean membuat Andrea tersadar dan langsung cemberut.
âini semua salahmuâ ujar Andrea merapikan kembali dasi Sean,
âaku?â tanya Sean sambil memiringkan kepalanya, kenapa jadi salahnya?
âiya, karena kau adalah ciptaan Tuhan yang sempurnaâ jawab Andrea mencium sekilas bibir Sean, Sean hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban dari wanitanya.
__ADS_1
Andrea sudah selesai memasangkan Sean dasi, Andrea berjalan keranjang dan mengambil tas kerja milik Sean.
âayo sarapanâ ujar Andrea mengajak Sean dan menggandengnya.
Meja makan masih sepi, hanya Andrea dan Sean saja sedangkan yang lainnya belum juga datang.
âdasar, pemalasâ komentar Andrea cemberut pada Sean.
âsebentar lagi mereka datang sayangâ ujar Sean, benar apa yang dikatakan Sean, Dave, Rachel dan Lyin datang tak lama setelah Sean mengatakan mereka akan datang.
âpagi semuanya, kak Dhea pagiâ sapa Lyin mengambil kursi disamping Andrea. Andrea tersenyum pada Lyin.
âkak, nanti minta nomor telpon Alex ya. Lyin ganti ponsel, jadi tidak ada kontak diponsel Lyinâ ujar Lyin membuat Andrea menganggukan kepalanya.
âkakak?â
âsudah ada, malam tadi aku minta dengan kak Dave dan kak Dave tidak punya hanya nomor ponsel Alex. Aku sangat butuh nomor Alex kak, karena kami ada janji untuk membeli dvd bersamaâ jawab Lyin membuat Andrea menganggukan kepalanya.
Dave menatap Lyin yang sekarang sedang berbinar, ia tanpa sadar tersenyum melihatnya.
Andrea menatap Rachel yang sedang memakan sarapannya, Andrea jadi heran sendiri kenapa dia sangat ingin keluar dari mansion ini. Andrea saja rela hidup disini tanpa harus dipaksa, Andrea bahkan menerobos hutan yang sama sekali tidak ia ketahui untuk datang kemansion dan tinggal disini. Tapi, semua balik ke orang itu masing-masing, mau atau tidak untuk tinggal. Itu pilihan mereka sendiri.
__ADS_1
Sarapan selesai dengan waktu yang singkat, sekarang Andrea sedang mengantar Sean diambang pintu.
âada yang aku ingin katakan, pulang lebih awal ya. Aku akan memasak untukmuâ ujar Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya.
âingat, harus ada yang membantumu memasakâ peringat Sean.
âbaiklah"
Sean tersenyum mendengar wanitanya yang menjadi wanita penurut, Sean mencium kening Andrea.
âaku pergi kerja sayangâ
âiya sayang, cari uang yang banyakâ jawab Andrea mencium sekilas bibir Sean lalu tersenyum lebar.
Tin..tin...
Dave sungguh tidak sabar menunggu Sean karena harus bermesraan terlebih dahulu didepan pintu, Dave katakan lagi didepan PINTU tempat orang berlalu lalang masuk.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1