
Bab 26a
Sean membantu andrea mengeringkan rambut, andrea memandangi sean dari balik cermin, pria yang sedang mengeringkan rambutnya sekarang ini terlihat tidak mahir menggunakan pengering rambut tapi sean bahkan lebih pandai darinya.
“kenapa? Aku tampan?” tanya sean ketika menyadari andrea terus menatap nya.
“tidak ada, melihatmu membuatku berpikir kau sudah berpengalaman mengeringkan rambut wanita” jawan andrea sambil memperhatikan ekspresi sean dari cermin.
“aku sering melakukan ini untuk mengeringkan rambut lyin, gadis itu aku bahkan lupa kapan dia dewasa sehingga bisa merawat rambutnya sendiri” ujar sean setelah berpikir sebentar, mendengar ucapan sean membuat hati andrea menghangat. Pria kasar dan pemaksa ini ternyata sangat menyanyangi adiknya.
“sudah selesai” ujar sean tersenyum pada andrea.
“terima kasih”
“sama-sama, ah iya tadi lyin mencarimu” jawab sean sambil melepaskan pengering rambut dari listrik,
“kebetulan sekali aku juga ingin bicara dengan lyin” ujar andrea bangkit dari duduknya,
“aku pergi dulu”
__ADS_1
“hm”
Andrea langsung keluar dari kamar dan turun menuju kamar lyin, andrea hampir terpeleset ketika menuruni anak tangga untung saja ia cepat berpegangan kalau tidak ia akan jatuh.
Andrea berhenti karena sudah melihat lyin berdiri menatap luar jendela. Andrea diam-diam menghampiri lyin, apa yang gadis itu lihat hingga tidak menyadari kehadirannya. Andrea juga melihat luar jendela ada rachel dan dave yang sedang mengobrol serius.
Andrea menghela nafas, perasaan lyin pada dave begitu kuat sama hal nya dengan perasaan dave untuk rachel. Cinta, siapa tahu cinta akan sampai dimana dan untuk siapa. tapi, kalau benar-benar jodoh pasti dipersatukan dengan apapun caranya.
Andrea mundur dari tempatnya agar sedikit lebih jauh dari lyin.
“lyin, kakak dari tadi mencarimu ternyata kau disini” ujar andrea berdrama dan melambaikan tangannya agar lyin datang menghampirinya.
“kenapa mencari kakak?” tanya andrea membuat lyin langsung mendongak pada andrea
“mau minta ceritakan film semalam kak” jawab lyin membuat andrea menganggukan kepalanya mengerti.
“ayo duduk kakak akan menderitakan semuanya” andrea mengajak lyin untuk duduk didepan televisi.
Andrea menceritakan segalanya pada lyin dan lyin dengan serius mendengarkan penjelasan dari andrea. Sesekali lyin menghentikan cerita andrea karena ia tidak menngerti dan dengan senang hati andrea menceritakan ulang.
__ADS_1
Lyin tersenyum puas ketika mendengar cerita dari andrea,
“terima kasih kak, sekarang lyin mau siap-siap kekampus” ujar lyin berdiri dari duduknya ketika andrea sudah selesai bercerita.
“tidak masalah kakak keatas dulu” jawab andrea pamit untuk keatas memmbuat lyin menganggukan kepalanya.
Andrea masuk keruang kerjanya, ia menghela nafas kkasar pasalnya tadi ia juga mencari lyin karena ingin memberi tahu lyin hasil sketsa busana yang andrea buatkan untuk lyin.
Andrea mengambil hasil gambarnya, ia harus cepat-cepat memberi tahu lyin sekarang sebelum gadis itu berangkat kekampus. Sederhana, andrea ingin melihatkan pada lyin karena andrea ingin melihat ekspresi senang dari lyin.
“sayang jangan berlari nanti jatuh” ujar sean ketika ia berpasa-pasan dengan andrea didepan pintu kamar andrea.
Andrea hanya menyengir pada sean sebagai jawaban ia tetap berlari menuruni tangga, sampai pada tangga ketiga kaki andrea menginjak sesuatu yang basah sehingga membuat badannya tidak seimbang.
AAAAAAAAGGHHHHHHH!!!!!!!!!!!!
“DHEA!!”
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.
__ADS_1
To be continue,