
Bab 13a
“aku tidak suka pekerjaanku diambil orang lain” ujar andrea pelan membuat sean berhenti sejenak dari mengeirngkan rambut andrea.
“seperti orang lain yang membersihkan tempat tidur, aku yang tidur kenapa mereka yang membereskannya, dan juga membersihkan peralatan masaku memang benar itu bukan milikku hanya saja aku yang baru saja memasak kenapa mau repot dengan urusan orang lain” ujar andrea dengan cepat membuat sean tanpa sadar tersenyum karena itu.
“rasanya seperti....”
“seperti apa?” tanya sean karena andrea tampak berpikir lama untuk kelanjutan kalimatnya.
“seperti miliku yang diambil paksa oleh orang lain, aku sungguh membenci itu” jawab andrea membuat sean menganggukan kepalanya.
“nanti akan kusampaikan pada mereka jangan mencuri pekerjaanmu” ujar sean membuat senyum andrea terbit.
“janji?” ujar andrea mengangkat jari kelingkingnya
“iya janji” jawab sean mengaitkan jari kelingking mereka.
“ah satu lagi!” ujar andrea membuat sean terkejut karena andrea mendadak berbalik dan mereka saling berhadapan sekarang, dan demi tuhan sekarang jantung sean berdetak ingin keluar dari tubuhnya.
“apa?” tanya sean menetralkan suaranya agar suaranya tidak terdengar gugup
__ADS_1
.
“aku tidak mau dipanggil nyonya memangnya aku sudah setua mami sehingga dipanggil nyonya” jawab andrea mendongak menatap sean.
“lalu kau mau dipanggil apa?”
Andrea menatap mata elang milik sean, andrea memegang jantungnya kenapa jantungnya berdetak kencang seperti sesudah berlari?
“nona, karena aku muda” jawab andrea setengah gugup
“baiklah, sekarang kembali berbalik agar aku bisa mengeringkan rambutmu” ujar sean membalik badan andrea sehingga andrea bertemu lagi dengan pantulannya didepan cermin.
Setelah sean mengeringkan rambut andrea, pria itu masuk kedalam kamar mandi membersihkan diri sedangkan andrea wanita itu duduk diatas sofa dan menyalakan televisi.
Andrea tersenyum senang karena ada foto dirinya dan butik miliknya, ah memikirkan itu andrea jadi rindu bekerja.
Tak lama kemudian sean keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan boxer tanpa atasan aka setengah naked. Andrea terpesona dengan perut yang dimiliki sean yang six pack astaga roti sobek sekali, pikir andrea. Andrea bahkan membanding-bandingkan roti sobek milik samuel dan juga milik sean dan yang paling menggoda adalah milik sean.
Sean membuka lemarinya dan mengambil kaos polos bewarna putih dan mengenakan nya didepan andrea.
“apa yang kau tonton?” tanya sean membuat andrea menyengir kuda bak wanita bodoh.
__ADS_1
“roti sobek” jawabnya membuat sean mengerutkan keningnya.
“roti sobek?”
“ah, maksudku aku sangat ingin makan roti sekarang” jawab andrea setengah gugup membuat sean menganggukan kepalanya.
Sean mengambil ponselnya dan menyambungkannya kepada kepala yun,
“bawakah roti kekamarku” ujar sean langsung mematikan panggilan. Andrea menatap tidak ena pada sean lalu kembali ditepis oleh andrea. Andrea kembali memperhatikan majalahnya dan yang terlihat didalam majalah adalah ‘roti sobek milik sean’
Andrea meletakan majalah itu keatas meja lalu mulai menonton televis, sean mengambil majalah dan membukannya.
“aku ingin menggambar, membosankan sekali hidup seperti ini dan tidak bekerja sama sekali” ujar andrea membuat sean menatap andrea yang fokus pada televisi.
“kau akan dapatkan itu” jawab sean membuat andrea menatap sean senang
“terima kasih” ujar andrea tanpa sadar memeluk sean.
“apapun yang membuatmu sennag” ujar sean mengelus bahu andrea sayang.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
__ADS_1
To be continue,