Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 59


__ADS_3

Bab 59


Sean masih berbincang masalah bisnis yang akan mereka jalankan bersama, matanya tak luput dari kursi Andrea yang masih kosong. Sudah 10 menit tapi Andrea tidak kunjung kembali. Karena merasa ada yang mengganjal dipikirannya Sean memutuskan untuk menyusul Andrea.


Awalnya Sean hanya mengawasi saja, jika Samuel berani macam-macam barulah Sean datang untuk menengahi. Sean membelakan matanya marah ketika Samuel mencium paksa wanitanya,


“sialan kau!” teriak Sean langsung memisahkan Samuel dan Andrea, bahkan sekarang Sean sudah menghajar Samuel dengan habis-habisan dan tidak memberi Samuel kesempatan untuk membalas.


Andrea mengembangkan senyumnya disela menangisnya, tadi ia tidak sengaja melihat Sean dilorong. Sebenarnya Andrea bisa saja melawan Samuel mengingat ia sangat jago bela diri hanya saja ia ingin mencari perhatian Sean. Andrea ingin tahu apakah Sean masih peduli atau tidak padanya.


Sekarang Andrea bisa bernafas lega karena Sean masih peduli padanya.


“jadi ini pria yang kau maksud?” tanya Samuel berdiri dengan susah payah, Samuel memperhatikan Sean dari atas sampai bawah.


“ck, sudah jelas aku lebih tampan dan mapan dari nya, lalu apa yang kau harapkan dari nya dhea” ujar Samuel meremehkan penampilan Sean.


“kau sudah buta say...”

__ADS_1


Bruk..


Sean menendang Samuel dengan sekuat tanaga hingga samuel terdorong kebelakang dan terjatuh kelantai dan tidak sadarkan diri.


Sean menghampiri Andrea, tangan kanannya menghapus lipstik Andrea yang sudah tidak rata lagi. Seann langsung memencium bibir wanitanya menghapus jejak ciuman paksa dari Samuel. Andrea tidak bisa menolak karena tidak bisa Andrea pungkiri dia sangat merindukan Sean terutama bibir manis ini.


Andrea ingin protes ketika Sean melepaskan ciuman mereka, tapi Andrea tidak menyuarakannya. Andrea menatap Sean penuh dengan kerinduan.


“jadi wanita harus kuat untuk menghadapi pria brengsek seperti dia, kali ini aku dapat menolongmu tidak tahu dengan lain kali” ujar Sean pergi meninggalkan Andrea begitu saja dengan menyeret Samuel masuk kedalam toilet pria.


Lalu beberapa detik kemudian Andrea menangis sekencang-kencangnya sambil menghidupkan kran. Andrea senang bercampur sedih sekarang, senang karena ia bisa melepas rindu dengan Sean walaupun hanya sebentar. Sedih karena Andrea masih ingin sedikit lebih lama berada disisi Sean.


Andrea berusaha menghapus air matanya namun air matanya tidak kunjung berhenti juga, bahkan Andrea sekarang menangis segugukan. Andrea membuang ingusnya dan mencuci hidungnya. Andrea tidak tahu ini efek dari janin didalam kandunganya sehingga ia menjadi sangat cengeng belakangan ini atau memang karena ia sangat merindukan Sean.


Setelah puas menangis Andrea mencuci wajahnya, Andrea mangamati wajah dan matanya yang sedikt membengkak karena efek dari menangis. Andrea tidak bisa memakai bedak atau lipstik karena tasnya ia tinggal.


Andrea menggelengkan kepalanya dan keluar dari toilet dan menemui Crystal. Andrea mengamati sekelilingnya Sean sudah tidak ada, dia sudah pergi.

__ADS_1


“maafkan aku kau jadi menunggu lama” ujar Andrea merasa bersalah pada Crystal


“its oke Andrea, kau sakit? Kau sangat pucat sekarang” tanya Crystal membuat Andrea menganggukan kepalanya.


“iya kau kurang enak badan hari ini, maafkan aku”


“sudah aku bilang tidak apa-apa, karena kita telah selesai kau bisa pulang duluan. Ketika kau sudah baikan barulah kita berbicara lagi”


“terima kasih Crystal, aku pamit pulang duluan”


“biar aku yang bayar kau langsung pulang saja”


“sekali lagi terima kasih”


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2