
Bab 28a
Sudah dua hari dalam kejadian jatuh dari tangga sekarang kondisi kaki andrea sudah baik-baik saja, kakinya hanya tinggal pakai perban saja dan andrea sudah tidak memakai tingkat atau dipapah untuk pergi kemana-mana. Itu sungguh merepot orang lain, terutama sean.
Andrea tersenyum menyambut matahari pagi didepan jendela kamarnya, andrea menatap sean sekilas pria itu masih tertidur pulas karena sean ada pekerjaan malam harinya.
“kenapa sudah bangun hm?” tanya sean memeluk belakang andrea, andrea awalnya terkejut tapi ketika mendengar suara sean ia menjadi biasa saja.
“karena sudah waktunya bangun” jawab andrea memegang kedua tangan sean yang memeluk pinggangnya.
“ini masih sangat pagi sayang” ujar sean masih dengan suara mengantuk.
Andrea tersenyum lalu membalik badannya, andrea memegang wajah sean yang masih mengantuk.
Cup,
Andrea mencium gemas bibir sean membuat sean tersenyum hangat pada andrea,
“kalau masih mengantuk harusnya jangan bangun” ujar andrea mengajak sean kembali ketempat tidur.
“aku harus bangun karena kau sudah bangun sayang” jawab sean masuk kedalam pelukan andrea, andrea geleng-geleng kepala alasan macam apa itu walaupun begitu andrea tetap mengelus sayang kepala sean agar sean kembali tidur, sama hal yang selalu andrea lakukan pada alex adik bungsunya jika sedang kesulitan tidur.
__ADS_1
Andrea dengan susah payah mengambil ponsel sean yang berada diatas nakas, setelah berhasil mengambil ponsel sean, andrea mengirim pesan pada kepala yun kalau hari ini ia tidak membuat sarapan yang artinya kepala yun dan pelayan yang lainnya yang akan membuat sarapan.
Andrea meletakan ponsel diatas kepalanya lalu kekembali mengelus kepala sean, andrea menatap wajah sean yang sangat indah dipandang mata.
Tangan andrea menjelajahi wajah sean dengan sangat hati-hati agar sean tidak bangun dari tidurnya. Saat andrea menyentuh bibir sean tangan kirinya juga memegang bibirnya sendiri teringat kembali kejadian diair terjun tempo lalu. Dan ketika itu juga mata sean terbuka membuat andrea langsung melepaskan tangannya dari wajah sean.
Andrea segera bangkit dari tempat tidur tapi dengan cepat sean menahan andrea hingga andrea jatuh kedada bidang sean.
Cup,
Dengan gemas sean mengecup bibir andrea,
Sean kembali mendekatkan wajah mereka membuat andrea sedikit menjauh, ia tertawa menggoda sean.
Andrea mencium sean membuat senyum diwajah sean mengembang, dengan senang hati sean membalas ciuman andrea. Lidah mereka saling bertautan, sean bahkan menjelajahi mulut andrea. Andrea meremas rambut sean sehingga sekarang posisi mereka sangatlah intim, sean membalik badan andrea sehingga sekarang andrea dibawahnya. Mereka terus berciuman seolah dunia adalah milik mereka berdua.
Tok..tok....
Andrea melepaskan ciuman mereka dan menoleh kearah pintu, sean tidak memperdulikan itu sama sekali ia kembali mencium andrea.
“pintu tidak dikunci” ujar andrea berbisik pada sean, sean menghela nafas lalu mengangkat kedua bahunya tidak peduli membuat andrea tersenyum nakal. Lalu membawa wajah sean lebih dekat dengannya dan mereka kembali berciuman dan sangat berciuman sangat panas.
__ADS_1
“boss.....ups, aku akan keluar lanjutkan kegiatan kalian boss” ujar dave langsung keluar dari kamar sean.
Andrea menyingkirkan badan sean dari atasnya, lalu menatap sean dengan senyuman.
“kau temui dia sepertinya ada yang penting, aku harus kedapur sekarang” ujar andrea membuat sean mengangguk kaku, dave sialan. Umpat sean kesal.
Andrea melewati dave begitu saja dan berjalan menuju dapur, tak lama kemudian sean keluar dan menatap dave dengan tatapan membunuh.
“maaf boss, aku tidak tahu kalau kalian lagi anu..” ujar dave mencoba menahan tawanya.
Sean kembali menatap dave dengan tatapan membunuh,
“awas saja kalau info yang kau bawakan tidak penting! Kepalamu jadi santapan harimau lyin!”
“hahaha” bukannya takut dave malah tertawa lucu membuatnya mendapat pukulan kepala dari sean.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,
,
__ADS_1