
Bab 24
Andrea tidur dipangkuan sean dengan melihat tangan sean yang baru saja ia pasangkan perban,
“kau kenapa begitu pada pengawal tadi, lihatlah tanganmu luka karena itu” ujar andrea meneliti luka sean.
“karena mereka telah melihatmu berenang, itu membuatku marah” jawab sean jujur, andrea menghela nafas. Sudah ia katakan tadi kalau kedua pengawal itu sama sekali tidak melihat dirinya berenang. Ia tidak bisa habis pikir dengan jalan pikiran sean yang rumit untuk ia pahami.
“maaf, lain kali aku tidak akan berenang lagi” ujar andrea mencoba untuk memahami pikiran sean yang rumit untuk dipahami.
“kau tidak salah sayang, aku yang salah” ujar sean mengelus kepala andrea dengan tangan kirinya.
“walaupun begitu aku minta maaf” ujar andrea sambil menggenggam tangan kanan sean yangg sedang diperban.
“kau dimaafkan sayang selalu termaafkan” sean tersenyum hangat pada andrea.
“ah iya” ujar andrea bangkit dari tidurnya membuat sean sedikit terkejut.
“kenapa?”tanya sean menatap andrea.
__ADS_1
“aku sudah minta maaf padamu, sekarang aku harus minta maaf pada dua pengawal tadi karna aku mereka babak belur” ujar andrea menatap sean sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya.
“aku pergi dulu” ujar andrea lagi karena tidak dapat tanggapan dari sean, pria itu apa yang andrea harapkan, ikut minta maaf? Tentu saja tidak.
“kemana?” tanya sean ikut berdiri membuat andrea dengan malas memutar bola matanya.
“keruang kesehatan, kau ikut?” tanya andrea mencoba sabar. Sean tidak menjawab ia menganggukan kepalanya dan mengikuti andrea keruang kesehatan.
“bos, ada hal penting yang harus kau tahu” ujar dave menghentikan langkah sean dan andrea. Andrea menatap dave dan sean bergantian.
“aku duluan, sepertinya kalian ada pekerjaan yang serius” ujar andrea
“sayang tungguu” ujar sean pada andrea membuat langkah andrea terhenti,
Karena penasaran, dave mengikuti andrea dan sean. Bos nya itu tidak pernah mengabaikan pekerjaan kecuali ada sesuatu yang amat sangat penting.
Andrea masuk kedalam ruang kesehatan diikuti oleh sean, kedua pengawal itu yang mulanya berbaring langsung duduk ketika melihat bos mereka masuk.
“tidur lagi saja, kalian butuh istirahat” ujar andrea namun tidak ada satu pun dari mereka yang kembali berbaring. Andrea menatap sean tajam,
__ADS_1
“tidur” perintah sean dingin membuat andrea kesal tapi andrea menahan kekesalannya.
“aku kemari ingin minta maaf, karena aku kalian jadi begini” ujar andrea penuh dengan penyesalan membuat kedua pengawal itu menganggukan kepala merasa tidak enak.
“itu salah kami nona, seharusnya kami tidak disana”
“mau kalian atau aku yang salah tetap saja aku minta maaf” ujar andrea lagi.
“kau juga minta maaf” ujar andrea menyenggol lengan sean, kedua pengawal itu geleng-geleng kepala pada andrea.
“cepat, atau kalau tidak....”
“maaf” jawab sean setelah menghela nafas cepat. tersenyum pada sean lalu mengelus sayang kepala sean.
“kerja bagus” puji andrea lalu mengajak sean pamit undur diri.
Kedua pengawal itu merasa ada sesuatu yang istimewa dari wanita itu sehingga membuat boss mereka yang tidak pernah mengucapkan kata maaf’ sekarang wanita itu dengan berani menyuruh boss mereka mengatakan kata maaf’
Dave yang sedari melihat semuanya tidak heran lagi, itu semua hanya karena andrea. Harimau buas menjadi kucing.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,