
Bab 36a
Dua hari andrea didalam kamar tidak pernah keluar sedikit pun, bahkan andrea sama sekali tidak makan barang sedikitpun bagaimana mau makan keluar dari kamar saja tidak ah salah membuka pintu kamar saja tidak. Didalam kamarnya andrea menangis dan terus menangis karena telah berperang dengan hati dan pikirannya.
Kedua orang tua andrea, alex, bahkan bryan kakak tertuanya datang kerumah untuk membujuk andrea keluar dari kamar. Tapi, andrea sama sekali tidak mau keluar dari kamar.
Andrea memegang kepalanya yang terasa amat sangat pusing, andrea ingin memanggil siapa pun minta tolong tapi tenggorokannya rasanya sangat sakit dan tidak bisa bersuara. Karena lemas dan kepalanya sangat pusing andrea jatuh pingsan.
Ibu andrea mengetuk-ngetuk pintu menyuruh andrea untuk keluar tapi putri nya sepertinya enggan untuk keluar dari kamar.
“lex, kamu mau ngapain?” tanya sandra ketika melihat putra bungsunya datang membawa kunci inggris.
“kak dhea ga bakal buka pintu mi, jadi harus dibuka paksa” jawab alex membuat sandra menggelengkan kepalanya.
“jangan lex!”
__ADS_1
“mi, please!”
“kita tetap buka pintunya tapi jangan meruskan ya anak mami yang pinter” ujar sandra mengeluarkan kunci cadangan kamar andrea dari saku celananya. Alex menatap maminya tidak percaya.
“kalau mami ada kunci cadangan kenapa ga dibuka dari tadi mi” ujar alex mengerutkan bibirnya lucu.
“mami mau tunggu dulu, siapa tau dhea mau bukakan pintu” jawab sandra tambah membuat alex cemberut.
“DHEA!”
“KAK DHEA!”
“kamu angkat dhea mami siapkan mobil” ujar sandra membuat alex menganggukan kepalanya.
Alex menggendong andrea dan mengikuti sandra, sandra mengambil asal kunci mobil. Alex meletakan andrea dengan hati-hati sementara sandra sudah bersiap untuk berangkat.
__ADS_1
“sudah lex?”
“iya mam”
Sandra menganggukan kepalanya dan melajukan mobilnya kerumah sakit. Pikiran sandra melayang kemana-mana pikiranya sekarang sama sekali tidak tenang melihat kondisi putrinya yang memperhatikan. Sesekali sandra melihat kaca belakang, melihat putrinya yang sangat kacau. Putrinya bahkan seperti zombi.
Sampai dirumah sakit andrea langsung mendapatkan perawatan dari dokter sementara alex dan sandra menunggu diluar.
Sementara menunggu yang lainnya sudah sampai dirumah sakit, alvino, bryan dan istrinya sertta samuel dan sindi.
Samuel sama sekali tidak tahu kalau andrea sudah pulang kerumah dua hari yang lalu karena tidak ada yang memberi tahunya. Tapi, samuel tidak ingin mempersalahkannya karena yang penting sekarang andrea sudah pulang dan keselamatan kondisi andrea.
Sindi memandang samuel, pria itu tampak sangat khawatir pada kondisi andrea sekarang. Sindi menganggukan kepalanya tentu ssaja samuel khawatir karena andrea adalah calon istrinya.
Alex menatap tidak suka pada samuel, kedatangan samuel membuat mood alex semakin memburuk saja. ‘Kenapa pria ini ada disini, pergi saja sana’. Batin samuel kesal. Ah kenapa bisa andrea kakak perempuannya itu bisa menyukai pria seperti samuel. Melihat wajah samuel saja alex rasanya ingin muntah dan ingin menghancurkan wajah itu segera. Tapi, lagi-lagi kalau alex melakukan itu andrea sendiri lah yang akan membunuhnya karena kakaknya sangat mencintai samuel. Entah apa yang dilihat kakaknya dari samuel, tampan? Ew, jelas tidak. Baik? Mana mungkin pria berwajah brengsek ini baik. Ah entah lah, alex enggan memikirkannya.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,