
Bab 11
Andrea bangun dari tidurnya, kepalanya yang semalam terasa sangat pusing sekarang sudah baik-baik saja. Andrea merasakan tangan kanannya keram andrea melihat kenapa tangannya bisa keram. Andrea menantap sean yang tidur disebelahnya dengan memegangi tangan kanannya. Kenapa tangannya bisa keram padahal sean hanya memeganginya saja, apa sudah terlalu lama? Pertanyaan itu tiba-tiba muncul dikepala andrea.
Sean membuka matanya ketika menyadari andrea mencoba melepaskan tangan yang sean genggam selama tidur.
Sean langsung meletakan tangannya kedahi andrea memeriksa keadaan andrea, apakah andrea masih demam atau tidak.
“jauhkan tanganmu!” ujar andrea kesal dan menepis paksa tangan sean dari dahinya, andrea membalik badannya tidak mau melihat sean.
“syukurlah, kau sudah tidak demam lagi” ujar sean menghela nafas lega, sean sama sekali tidak kecewa karena sikap andrea karena memang salahnya yang sudah mengangetkan andrea dengan pistol kesayangannya.
“walaupun kau sudah baikan kau tetap harus meminum obatmu, aku kebawa duluan segeralah menyusul” ujar sean lembut membuat andrea menundukan kepalanya, ia mulai menangis.
__ADS_1
“apa salahku?” tanya andrea membuat langkah sean terhenti ketika ingin menggapai ganggang pintu.
“kenapa? Kenapa kau menahanku disini?” tanya andrea lemah dan sean tetap membeku ditempatnya.
“apa salahku kau mempunyai perasaan terhadapku?” ujar andrea lagi membuat tanpa sadar sean menggelengkan kepalanya, bukan salah andrea karena mencintai andrea itu persaaannya jadi bukan kesalahan.
“tidak bisakah kau biarkan aku menikah dengan pria yang kucintai?” ujar andrea menatap punggung sean yang masih membeku didepan pintu.
Sean tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya, pria yang andrea cintai?
“KARENA ITU KESALAHANMU KENAPA KAU MEMBAWAKU KEDALAM MASALAHMU!” balas andrea menghapus paksa air matanya yang tidak bisa berhenti.
“turun dan sarapan, jangan mencoba membantahku!” titah sean mencoba untuk tidak berteriak lagi pada andrea.
__ADS_1
“bisakah kau membiarkanku mengabari orang tuaku, walaupun aku tidak jadi menikah dan menikah denganmu setidaknya biarkan aku mengabari orang tuaku mereka pasti sangat khawatir padaku, apalagi ayahku dia pasti kehilangan gula dalam kopinya” ujar andrea lemah, sean membeku sejanak.
“aku ada pekerjaan kau turun dan sarapan dan jangan lupakan obatmu” ujar sean keluar dari kamar,
“apa dosa ku dimasa lalu sehingga nasibku jadi begini hiksss..hiks....berani sekali dia mengatakan samuelku pria brengsek tidak taukan dia jika priaku adalah pria terbaik ke4s setelah ayah, abang, dan adikku..hikss..”
Sean terdiam didepan pintu, ia menggelengkan kepala sean tidak mau mendengarkan tangis andrea lagi. Sean sungguh tersiksa dengan tangis itu, bisakah andrea tetap tinggal bersama nya tanpa kesedihan. Ah, sean kembali menggelengkan kepala mana bisa andrea bahagia jika sean sendirilah yang membuat andrea menderita seperti ini.
Andrea bangkit dari ranjang dan berjalan bak robot kekemar mandi membasuh wajahnya, dengan jalan lambat andrea turun kemeja makan ikut makan bersama.
Lyin dan dave menatap andrea prihatin dan keduanya tidak bisa melakukan apapun untuk andrea, hanya rachel yang tidak tahu kondisi sekitarnya. Wanita itu seakan mempunyai dunianya sendiri.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
__ADS_1
To be continue,