
Bab 11a
Andrea bangkit dari ranjang dan berjalan bak robot kekemar mandi membasuh wajahnya, dengan jalan lambat andrea turun kemeja makan ikut makan bersama.
Lyin dan dave menatap andrea prihatin dan keduanya tidak bisa melakukan apapun untuk andrea, hanya rachel yang tidak tahu kondisi sekitarnya. Wanita itu seakan mempunyai dunianya sendiri.
Sean, dimana pria itu? Pria itu sedang berkutat dengan pekerjaannya yang satu lagi yaitu CEO M Grup banyak sekali yang harus ia kerjakan karena malam tadi ia mengurus loius yang hampir mengacaukan bisnisnya.
“kau tidak mau makan?” tanya lyin ketika meja makan sudah kosong, dave dan rachel sudah pergi entah kemana dan hanya ada lyin dan juga andrea. Dan andrea sama sekali tidak menyentuh sarapannya.
“aku disini hanya bisa memberi saran sebagai adik yang mengenal kakakku, segera habisi sarapanmu jika tidak semua orang akan menanggung akibatnya” ujar lyin lagi dan langsung pergi meninggalkan andrea yang masih terdiam seperti orang idot dimeja makan.
Lyin menatap datar sean kakaknya ketika mereka berpas-pasan dijalan, sean melewati lyin begitu saja dan begitupun sebaliknya.
__ADS_1
Sean kembali mengepalkan kedua tangannya karena melihat andrea sama sekali tidak menyentuh sarapannya.
Sean sangat kesal lalu menumpahkan semua makanan yang tersedia dimeja makan sehingga membuat andrea terkejut.
“PELAYAN!” teriak sean kesal dan semua pelayan yang bertugas memasak langsung menghampiri sean tuan mereka. Mereka semua menunduk tidak ada satupun dari mereka yang berani menatap sean.
“makan!” perintah sean menunjuk makanan yang sudah berserakan dilantai, andrea menoleh pada para pelayan itu dan menggelengkan kepalanya. para pelayan itu berterima kasih pada andrea karena telah melarang mereka melakukan perintah sean tapi sean adalah tuan mereka jadi tidak ada yang bisa mereka tolak untuk dilakukan.
“stop!” teriak andrea ketika pelayan-pelayan itu dengan nurut mengikuti perintah sean.
“bukan kesalahan mereka!” ujar andrea membuat sean menoleh sekilas pada andrea.
“lalu kesalahan siapa sehingga kau tidak memakan sarapanmu, katakan padaku” ujar sean membuat andrea memutar bola matanya dengan malas.
__ADS_1
“tentu saja kesalahanmu memangnya kesalahan siapa lagi” jawab andrea setengah kesal pada sean membuat sean terdiam.
“kesalahanku?”
“iya kesalahanmu” jawab andrea dengan beraninya sehingga membuat para pelayan itu kagum pada andrea karena hanya andrea saja yang berani menjawab dan membentak balik sean tuan mereka.
“baiklah semuanya salahku, maafkan aku” ujar sean akhirnya, dave yang tidak sengaja mendengar sean meminta maaf pada andrea, dave tercengang hebat seorang sean baru saja mengatakan kata ‘maaf’ ingin sekali dave merekam perkataan sean tapi sudah terlambat karena sean sudah selesai meminta maaf pada andrea. Dave menggeleng-gelengkan kepalanya seorang andrea berhasil membuat sean mengatakan kata haram bagi sean.
“tunggu apa lagi! Suruh mereka berdiri!” teriak andrea membuat sean menganggukan kepalanya.
“kalian dengar, berdiri sekarang juga” perintah sean, dave yang masih mendengarkan itu hampir saja tergelak karena andrea membentak sean dan sean patuh pada andrea.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
__ADS_1
To be continue,