
Bab 30
Andrea meregangkan kedua tangannya dan mengerakan badannya kekanan dan kiri, hasil jahitan bajunya belum selesai tapi perutnya sudah terasa keroncongan minta diisi. Andrea menoleh kekanan kirinya dan ia tidak menemukan keberadaan sean. Tadi seingat andrea, sean masih sibuk berkutik dengan pekerjaannya. Andrea mengangkat kedua bahunya, mungkin sean keluar untuk menemui dave urusan pekerjaan yang belum selesai.
Andrea sampai diruang makan dan tidak menemukan orang disana, andrea tersenyum mengejek dirinya sendiri karena sekarang memang bukan waktunya untuk makan siang.
Andrea membuka lemari yang tersusun atas rak dapur lalu mengambil mie instan dari sana. Karena memang bukan waktunya makan andrea lebih memilih mengganjal perutnya dengan mie instan.
Andrea mengambil bahan-bahan yang lainnya didalam kulkas seperti telur dan sayur untuk tambahan mie instannya.
Andrea memasak dengan senang karena sebentar lagi makanan kesukaannya akan segera ia santap,
Lima menit selesai mie andrea telah siap untuk disantap, andrea memakan mie nya dengan lahap sesekali matanya mengamati sekitar mencari sosok sean yang menghilang dalam sekejap dari pandangannya tadi.
Setelah menganjal perut andrea pergi kembali keruang kerjanya, melihat kembali apakah sean sudah kembali ke ruang kerja atau belum.
__ADS_1
Sunyi dan kosong, sean tidak ada diruang kerja. Andrea menghela nafas lalu menutup kembali ruang kerja dan mencari sean ketempat lain.
“melihat sean tidak?” tanya andrea pada kepala yun yang sedang memberi arahan pada pelayan yang lainnya.
“bukannya tuan sedang berada diruang kerja bersama nona?” tanya kepala yun membuat andrea dengan spontan memuncungkan bibirnya. Andrea menggarut kepalanya yang tidak gatal sama sekali lalu pergi begitu saja meninggalkan kepala yun.
Andrea masuk kedalam kamar mereka berharap menemukan sean disana, tapi hasilnya nihil. Sean tidak ada dikamar maupun dikamar mandi.
Andrea membaringkan dirinya dikasur, andrea sendiri tidak menemukan alasan kenapa dia mencari sean. Kalau andrea pikir-pikir lagi nanti jika ia sudah bertemu dengan sean apa yang harus ia katakan? Membeli bahan menjahitnya, tidak, bukan seperti itu.
Andrea menatap langit-langit kamar sambil berpikir keras, andrea mendesah kasar karena tidak menemukan alasan yang tepat.
Andrea membenarkan posisinya menjadi tidur menyamping dengan melihat jam weker yang berada tepat disampingnya diatas nakas.
Semakin lama mata andrea tidak luput dari jam weker itu, andrea merasa jiwa dektektifnya kembali entah dari mana. Andrea merasa ada yang aneh pada jam weker itu.
__ADS_1
Andrea mengubah posisinya menjadi dudu dan mengambil jam weker itu.
Prang....
Andrea melempar jam weker itu hingga pecah berantakan dilantai, andrea berjongkok dan mengambil setiap pecahan jam wekker dilantai.
Andrea mengambil benda kecil berwarna hitam diantara pecahan jam weker, andrea memperhatikan benda kecil itu.
Kamera pengintai
Kamera pengintai? Andrea jelas tahu ini adalah kamera penginta karena dulu ia sering menggunakan kamera pengintai untuk melakukan simulasi dektektif bersama pamannya. Sekarang banyak sekali pertanyaan demi pertanyaan dikepala andrea, tapi yang paling jelas adalah kenapa sean meletakan kamera pengintai dikamar?
Andrea meletakan kamera pengintai diatas kasur, andrea mencari kamera pengintai yang lainnya. Andrea yakin masih ada kamera pengintai dikamar sean.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.
__ADS_1
To be continue,