
Bab 61
Samuel mau tidak mau harus menerima keputusan Sean, sebenarnya ia memang dipecat dari perusahaan pusat namun Sean memberinya kesempatan untuk dipindahkan ke cabang yang sangat jauh. Walaupun nantinya kinerja Samuel semakin hari samakin bagus tapi tetap saja Samuel tidak akan pindah kekantor pusat seperti yang lainnya.
Samuel memang tidak ada pilihan selain mengajak keluarganya untuk ikut pindah dengannya, Samuel juga harus benar-benar melupakan Andrea jika ingin hidupnya tenang dan damai. Samuel juga telah memutuskan untuk menikahi Sindi dan membawanya ikut bersama bundanya. Belajar mencintai Sindi adalah kewajiban untuk Samuel sekarang karena bayi mereka.
Sindi? Dia menerima Samuel, walaupun ia hanya mempunyai harapan kecil tapi Sindi percaya bahwa cinta itu akan tumbuh bersama dengan nya waktu. Belum lagi anak nya nanti butuh sosok seorang ayah.
Vira, bunda Samuel mendukung semua keputusan putranya. Tentu saja menurut Vira keputusan Samuel adalah keputusan yang paling benar walaupun mereka semua harus pindah dari sini.
Sebelum pergi Samuel mendatangi butik Andrea, kenapa butik? Karena Samuel tidak tahu dimana dimana tempat tinggal baru Andrea.
Samuel menunggu Andrea dari mobilnya, ia sengaja menunggu Andrea dari luar karena Samuel sangat tahu Andrea pasti langsung menghindarinya jika melihat wajahnya.
Sudah 1 jam setengah Samuel menunggu tapi Andrea yang ditunggu tak kunjung keluar dari butik. Samuel memutuskan untuk menunggu 5 menit lagi jika Andrea tidak muncul ia akan pergi.
Keberuntungan bagi Samuel karena Andrea keluar pada menit berikutnya, Samuel tersenyum karena Andrea masih tampak seperti biasanya, cantik.
__ADS_1
Andrea yang melihat Samuel langsung berbalik masuk kedalam butik, namun sebelum Andrea masuk kedalam butik Samuel menghentikannya.
“aku tidak akan menganggumu, sumpah. Aku hanya ingin pamit”
Mendengar Samuel ingin pamit langkah Andrea berhenti dengan sendirinya, Andrea menghela nafas lalu mengajak Samuel agak menjauh sedikit dari butiknya.
“aku ingin pamit, Sindi dan aku juga akan segera menikah” ujar Samuel membuat Andrea menganggukan kepala,
“aku lega mendengarnya, kalian harus baik-baik saja” jawab Andrea tulus.
“maaf atas segalanya dan terima kasih untuk semuanya” ujar Samuel membuat Andrea tersenyum
Ketika Andrea ingin memberikan pelukan terakhir Samuel menghindarinya, Andrea mengerutkan keningnya.
“jangan dhe, nanti aku tidak bisa move on” ujar Samuel membuat Andrea menggelengkan kepalanya tidak percaya.
“baiklah, kalian harus bahagia. Pokoknya harus”
__ADS_1
“kau juga harus bahagia dengan pria itu”
“pria itu?” tanya Andrea sambil mengerutkan keningnya.
“pria yang kau cintai, pantas saja kau meremehkan ku ketika aku ingin menghancurkannya berkeping-keping. Ternyata dia CEO diperusahaan dan lihatlah aku yang hampir hancur berkeping-keping” jawab Samuel tambah membuat Andrea mengerutkan kening.
“aku pergi Dhe”
“hm, kalian hati-hati”
“iya, bye”
“bye”
Setelah Samuel pergi Andrea masuk kedalam mobilnya, Andrea belum mengendarai mobilnya ia sekarang sedang berpikir.
Perusahaan tempat Samuel bekerja? M Grup Hotel dan Resort? Andrea baru tahu sekarang malah, dulu Andrea hanya tahu Sean hanya menjalankan perusahaan keluarga saja dan tidak menyangka jika perusahaan tersebut adalah M Grup Hotel dan Resort.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,