Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 66


__ADS_3

Bab 66


Andrea meminum vitamin nya setelah makan siang yang dibuatkan oleh Alex. Anggaplah Andrea mengidam dimasakan oleh Alex karena semua yang dimasakan Alex dimakan oleh Andrea tanpa sisa.


“apa itu kak?” tanya Alex membuat Andrea mengangkat vitaminnya,


“vitamin” jawab Andrea yang langsung diangguki oleh Alex.


Alex sangat tahu diri jika ia ingin tetap tinggal ditempat kakaknya, Alex mencuci piring bekas sisa makan mereka.


Andrea? dia sudah duduk didepan televisi menonton larva semalam ia belum habis menontonya karena rasa kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.


“kak, ini mangga siapa?” tanya Alex, sebenarnya tadi Alex ingin bertanya tapi kakaknya berada didalam kamar.


“siapa yang tinggal disini?” tanya Andrea balik, Alex memutar bola matanya dengan malas.


“kakak”


“sudah jelaskan punya siapa”


“iya iya sih” ujar Alex menutup kembali kulkas.


Alex duduk disebelah Andrea, Alex menatap Andrea tajam lalu meletakan tangannya kekening Andrea.


“singkirkan tanganmu!” ujar Andrea, Alex menyingkirkan tangannya dari kening Andrea dan meletakan tangannya kekeningnya sendiri.


“tidak panas” komentar Alex membuat Andrea menatap Alex tajam

__ADS_1


“memangnya kakak sakit?”


“jelas saja kak, semenjak kapan kakak suka film kartun ini? sulit dipercaya” komentar Alex sambil menggelengkan kepalanya.


Andrea cuek, tidak menggubris komentar Alex ia terus menonton larva.


“mau kemana?” tanya Andrea ketika Alex bangkit dari duduknya.


“mencari angin” jawab Alex keluar dari apartemen Andrea.


Mencari angin yang Alex maksud adalah keluar dari apartemen Andrea, karena ia tidak suka menonton larva. Sepertinya memang ada yang salah pada kakaknya.


Sementara Alex pergi Andrea tetap menonton larvanya,


Drtt...drt...


Dengan malas Andrea mengambil ponselnya. Mengecek siapa yang mengriminya pesan.


Andrea menepuk kening nya ia lupa bahwa hari ini Lyin ingin berkunjung keapartemennya. Dengan gerakan cepat Andrea mengetik lantai 12 nomor 123.


Tak lama kemudian bel berbunyi dengan cepat Andrea membuka pintunya dan mempersilahkan Lyin masuk kedalam.


Lyin tidak datang dengan tangan kosong ia membawa buah-buahan segar, Andrea meletakan buah-buahan dari Lyin diatas meja.


“mau minum apa Lyin?” tanya Andrea membuat Lyin langsung menghampiri Andrea.


“Apa saja kak”

__ADS_1


Andrea menganggukan kepalanya dan membuatkan Lyin jus mangga, karena Lyin adalah penggila mangga.


“film yang kakak rekomendasikan sangat seru kak, aku sampai tidak bisa menebak alur ceritanya bahkan kak endingnya diluar dugaanku” ujar Lyin bercerita pada Andrea yang sedang membuat jus.


“kalau mau ketebak endingnya buat cerita sendiri saja” komentar Andrea membuat Lyin tersenyum.


“masih ada lagi tidak kak film yang seperti itu?” tanya Lyin ketika Andrea sedang menuangkan jus mangga kedalam gelas.


“banyak, kau bisa pilih nanti” jawab Andrea memberikan jus mangga pada Lyin. Andrea mengambil kue buatan Sandra dan membawanya.


“terima kasih kak”


Andrea dan Lyin duduk didepan televisi sambil bercerita film yang direkomendasikan Andrea tempo hari, sekarang pun Lyin mencatat film yang Andrea rekomendasikan di memo ponselnya. Ada sekitar 10 film yang direkomendasikan Andrea.


“sudah tonton saja itu dulu, nanti kalau selesai minta lagi ke kakak”


“oke kak”


“siapa kak?” tanya Alex ketika masuk menemukan orang lain selain kakaknya.


“kenalkan ini Lyin, 3 tahun lebih tua dari mu”


“Lyin”


“Alex”


“Alex juga suka film horor, kapan-kapan minta rekomendasi darinya” ujar Andrea membuat Lyin langsung menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,


__ADS_2