
Bab 4
Andrea menatap dirinya didepan cermin, bayangan nya didepan cermin sangatah cantik membuat beberapa orang yangg yang sedang merias andrea merasa kagum pada kecantika n andrea. Andrea berhak menyombongkan itu karena memang gen keluarga nya sangatlah bagus.
Sementara itu alex adik laki-laki andrea yang baru saja menginjak kelas 2 SMA menatap andrea biasa saja karena ia memang sudah biasa melihat andrea begitu, semacam tatapan biasa saja karena andrea tidak cantik baginya.
“kau benar-benar akan menikah?” tanya alex tanpa menatap andrea pandangannya fokus pada ponsel dan bermain game.
Andrea memalingkan wajahnya kearah alex lalu tersenyum dan datik kemudian andrea merubah ekspresinya menjadi datar.
__ADS_1
“tentu saja, kenapa tidak” jawab andrea membuat alex meletakan ponselnya disebelahnya. Alex menatap andrea dalam diam dan andrea melihat itu didalam cerminya.
“baguslah kalau begitu” ujar alex lalu mengambil ponselnya dan kembali memainkan gamenya.
Andrea kembali tersenyum melihat pantulan adiknya yang kembali bermain game, andrea sangat dekat dengan alex mereka kakak adik yang saling menyanyangi, walaupun selalu ada pertengkaran dan perdebatan kecil diantara mereka. Tapi, mereka saling menyanyangi satu sama lain namun kasih sayang mereka ditunjukan dengan cara yang berbeda dan bahkan mereka tidak menampakan kasih sayang itu.
“aku pergi” ujar alex berdiri dari duduknya ketika andrea sudah selesai dirias.
“kau pikir hanya kau saja yang bersiap-siap?” jawab alex melangkah keluar dari kamar andrea.
__ADS_1
“hah” andrea menggeleng kan kepalanya tidak percaya,
Setelah tata rias nya keluar andrea kembali menatap pantulannya didepan cermin, melihat setiap garis diwajahnya. Andrea tersenyum indah ketika ia merasa puas dengan dirinya sendiri.
Alex belum menggangti pakaiannya ia menghampiri kamar rias samuel,
“kau disini lex?” tanya samuel membuat alex memutar bola matanya dengan malas, alex berdiri diambang pintu tanpa masuk kedalam kamar samuel. Melihat samuel saja membuat alex mual, alex tidak menyukai samuel. Entahlah alex sendiri tidak tau kenepa dia sangat membenci samuel, karena samuel merebut kakak perempuan darinya? Bukan, bukan karena itu tapi karena alex memang tidak menyukai samuel. Baginya samuel tampak seperti bukan pria baik-baik dan bisa saja menyakiti kakak perempuannya, kenapa alex bisa menyimpulkan begitu? Karena penilaian alex tidak pernah meleset, alex ingin sekali mengobrol dengan andrea mengenai samuel, tapi alex tau itu akan sia-sia belaka yang ada nanti alex takutnyya andrea akan berpikir jika alex sengaja mengatakan yang bukan-bukan tentang samuel jadi alex selama ini diam saja. Namun setelah nanti kakaknya menikah dengan samuel alex berjanji akan mengawasi samuel 24 jam, alex adalah orang pertama yang akan membunuh samuel jika samuel berani membuat kakak perempuannya menangis.
“hm” jawab alex pada akhirnya lalu pergi begitu saja meninggalkan samuel yang masih menatap dirinya sendiri didepan cermin.
__ADS_1
Samuel mengangkat kedua bahunya, ia tahu jika alex tidak menyukainya tapi samuel berjanji setelah ia dan andrea menikah samuel akan mengakrabkan diri dengan alex, sehingga mereka bisa menjadi kakak dan adik ipar yang baik. Samuel bahkan dengan senang hati mengenalkan alex dengan gadis-gadis seumuran alex kelak. Dan mereka bisa bercerita tentang pria bersama, samuel sungguh tidak sabar akan itu.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.