
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Sean sampai diapartemen Andrea beberapa detik kemudian setelah rombongan Dave tiba, tentu saja Sean melajukan mobilnya dengan kecepatan kilat.
“boss” panggil Dave lemah ketika menyadari Sean baru saja sampai.
“SEMUA BERGERAK SEKARANG! CARI CCTV TERDEKAT! DAN SEGERA DAPATKAN ANDREA KEMBALI!” teriak Dave memerintahkan bawahannya, yap karena Dave adalah kepala keamanan.
“semua ini ulah Bima bos” ujar Dave memberikan pin simbol kalajengking pada Sean, Sean menggenggam pin itu hingga tangannya berdarah. Pria, itu ternyata Bima memang benar punya rencana lain yang lebih besar dari pada dugaan Sean.
Drtt...drt....
“dimana Andrea sekarang!” teriak Sean ketika sudah mengangkat telponnya, tidak ada nama namun Sean tahu itu pasti Bima.
“santai bro, wanita mu aman disini” jawab Bima sambil tertawa renyah, Sean mengepalkan kedua tangannya.
“apa yang kau mau?” tanya Sean langsung karena Bima melakukan semua ini pasti ada maunya, antara nyawanya atau kekuasaan nya.
“kau benar sekali, aku mau kau menyerahkan kekuasaan hutan padaku dan kau bisa membawa wanitamu pergi”
__ADS_1
“baiklah, katakan dimana aku harus bertemu denganmu!”
“datanglah kegedung tua dihutan selatan, datang sendiri jika kau masih mau melihat wanitamu”
Tut,
Sean menggeram kesal dan hampir melempar ponselnya kelantai,
“culik Crystal sekarang! Pria itu berani sekali bermain-main denganku!” perintah Sean membuat Dave menganggukan kepalanya.
“hutan selatan! Lacak GPS ku kalau-kalau lokasi nya berubah’’ ujar Sean lagi.
“baik bos, aku permisi”
“mau kemana kak?” tanya Lyin ketika melihat kakaknya pergi terburu-buru. Sean tidak mendengar Lyin membuat Lyin mengangkat kedua bahunya lalu masuk kedalam kamarnya.
Sean sampai kegedung tua di selatan hutan, Sean masuk kedalam namun baru saja masuk Sean sudah dihajar oleh beberapa orang-orang Bima.
‘brengsek!’ umpat Sean langsung menghajar dengan membabi buta, Sean bahkan tidak membiarkan mereka sampai menyentuh wajahnya.
Hanya Butuh waktu lima menit bagi Sean untuk melumpuhkan 20 orang lebih hingga KO.
__ADS_1
Drt...drt...
Sean mengangkat ponselnya telpon dari Bima,
“ternyata kau hebat juga” ujar Bima membuat Sean langsung mematikan panggilan,
‘tidak berguna’
Bima kembali mengirim orang-orang berbadan besar dua kali lipat dari tadi, dan tidak lupa Bima juga memerintahkan untuk membawa senjata.
“kita lihat apakah priamu mampu mengalahkan mereka atau tidak” ujar Bima tersenyum devil membuat Andrea memberontak dari ikatannya, Andrea sudah menangis sekarang, ia takut terjadi apa-apa pada Sean. Andrea tidak bisa berteriak karena mulutnya dilakban, tangan dan kakinya diikat. Andrea tidak mengenal pria yang menculiknya hanya saja Andrea tahu garis besar nya pria ini adalah musuh Sean.
“lihat ini” ujar Bima memberikan laptopnya pada Andrea, tangis Andrea semakin deras karena sekarang Sean sedang menghadapi banyak orang dengan senjata.
Bima tertawa puas melihat Sean kewalahan menghadapi orang-orangnya, namun tawa Bima tidak bertahan lama karena Sean berhasil melumpuhkan mereka semua.
‘sial!’ umpat Bima kesal, ia tidak mungkin mengirim orang-orang lagi karena hanya 10 orang lagi didalam.
Sean masuk kedalam dengan percaya diri karena telah berhasil melumpuhkan orang-orang Bima.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,